Dihadiri Kapolda Jatim, Pagelaran Wayang Kulit Warnai Hari Bhayangkara ke-80 di Banyuwangi
Minggu, 14 Juni 2026
BANYUWANGI - Ribuan warga memadati Taman Blambangan, Banyuwangi, Sabtu malam (13/6/2026), menyaksikan pagelaran wayang kulit yang digelar dalam rangka menyongsong Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan budaya tersebut menjadi ajang silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat sekaligus upaya melestarikan warisan budaya bangsa.
Pagelaran wayang kulit ini menghadirkan dalang Ki MPP Bayu Aji dengan lakon “Pandawa Mbangun Praja”. Penampilan sang dalang sukses memikat perhatian penonton yang datang dari berbagai wilayah di Banyuwangi.
Acara tersebut dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Mujiono, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara, jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan.
Kapolda Jatim mengatakan, pagelaran wayang kulit ini bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan menjadi sarana introspeksi sekaligus media untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan, kebangsaan, dan tuntunan moral kepada masyarakat.
“Sementara esensi dari lakon Pandowo Membangun Projo ini sangat relevan dan selaras dengan komitmen kita menyongsong Hari Bhayangkara ke-80,” ujar Nanang.
Kapolda menambahkan, tokoh Pandawa dalam cerita pewayangan menggambarkan sosok pemimpin yang mengutamakan keadilan, kebenaran, dan pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Polri untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Polri terus membangun dan memperbaiki diri melalui tema besar Polri Untuk Masyarakat. Sosok Pandawa adalah representasi pelindung dan pengayom masyarakat yang rela berkorban demi tegaknya kebenaran dan keadilan. Demikian pula harapan dan tekad kami di institusi kepolisian, seluruh anggota Polri senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat, memberikan rasa aman, menyingkirkan segala bentuk kejahatan dan ketidakadilan, serta menjadi teladan dalam pelayanan yang prima,” katanya.
Sementara filosofi lakon dalam pewayangan ini, kata Kapolda, menjadi pengejawantahan dari program Semangat Jogo Jawa Timur. Sebuah semangat gotong royong dan kebersamaan yang tak terpisahkan antara aparat, ulama, umaro dan seluruh elemen masyarakat Jawa Timur.
“Melalui Semangat Jogo Jawa Timur, kita bahu-membahu membangun projo, menjaga kampung halaman kita dari berbagai ancaman perpecahan, hoaks serta intoleransi,” ungkapnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi penyelenggaraan pagelaran wayang kulit yang digelar Polresta Banyuwangi. Karena event ini mampu memperkuat kebersamaan sekaligus melestarikan budaya tradisional di tengah perkembangan zaman.
Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai kebangsaan, gotong royong, dan persatuan dapat terus diwariskan kepada generasi muda.
“Banyuwangi selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi keberagaman dan kerukunan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu terus menjaga harmoni yang telah terbangun dengan baik,” ujak Ipuk. (*)