Ditjen Budidaya Kunjungi Banyuwangi, Serius Garap Komoditas Udang
Kamis, 31 Mei 2012
BANYUWANGI – Tertarik dengan potensi perikanan budidaya, khususnya komoditas udang di Banyuwangi, Direktorat Jenderal Budidaya (Ditjen) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr Ir Slamet Soebijakto, MSi, tunjukkan keseriusannya untuk menggarap komoditas udang Banyuwangi dengan melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi, Jumat besok ( 1/6).
Potensi tambak di Banyuwangi, jelas Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Periklut) Kabupaten Banyuwangi, Ir Pudjo Hartanto,adalah salah satu yang bisa diandalkan di wilayah Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa. Itu sebabnya, terang Pudjo, Ditjen mengunjungi Banyuwangi untuk melakukan survey ke lokasi.“Survey yang dilakukan berkaitan dengan revitalisasi industrialisasi komoditas udang.Sehingga 2 tahun ke depan, dengan adanya revitalisasi, industri udang di Banyuwangi diharapkan meningkat, dari 7300 ton menjadi 10.000 ton,”tutur Pudjo.
Revitalisasi, urai Pudjo,adalah upaya untuk menghidupkan kembali suatu kawasan yang dulunya hidup, akan tetapi kemudian mengalami kemunduran atau degradasi. Yang mana prosesnya mencakup perbaikan aspek fisik, aspek ekonomi dan aspek sosial.
Adanya revitalisasi, tambah Pudjo, otomatis akan berdampak pada jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. “Nantinya, luasan yang direvitalisasi seluas 610 hektar, yang tersebar di Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Kabat, Rogojampi dan Muncar. Dan setiap hektarnya membutuhkan 20 – 30 orang tenaga kerja,”tambahnya.
Selain melakukan survey, besok Ditjen bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas juga akan berdialog di Kantor Pemkab Banyuwangi dengan para stake holder komoditas budi daya udang, petambak, pengusaha dan instansi terkait. (Humas & Protokol)