Pemerintah Bangun BLK dengan 9 Keahlian di Banyuwangi

Kamis, 27 Agustus 2015


BANYUWANGI – Untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat, pemerintah pusat dan Pemkab Banyuwangi berupaya memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pemberian bekal keahlian. Salah satunya melalui pendirian balai latihan kerja (BLK) dengan 9 keahlian di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, yang direncanakan beroperasi pada 2016.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Banyuwangi Alam Sudrajat mengatakan, adanya tantangan yang semakin berat bagi angkatan kerja di Banyuwangi , terutama menjelang diberlakukannya MEA mendasari Pemkab Banyuwangi mengajukan usul pada Kementerian Ketenagakerjaan untuk pendirian BLK pada 2013. Usul tersebut mendapatkan sambutan yang positif dengan pembangunan BLK yang terealisasi pada 2014.

“Kementrian Ketenagakerjaan merespons dengan cepat usul daerah dengan melakukan pembangunan BLK di 2014. BLK yang dibangun di Banyuwangi ini tipe A atau tipe tertinggi yang levelnya nasional,” kata Alam.

BLK ini, lanjut Alam, diperuntukkan bagi mereka yang berada dalam usia angkatan kerja produktif dan belum memiliki pekerjaan maupun ingin meningkatkan keahlian yang dimiliki. Untuk setiap kelas workshop bisa menampung 40 orang peserta. “Selama mengikuti pendidikan di BLK peserta tidak perlu mengeluarkan biaya alias gratis,” ujar Alam.

Untuk pembangunan BLK ini, Pemkab Banyuwangi menghibahkan tanah seluas 9,9 hektar di Desa Kedungrejo, Muncar. Sedangkan untuk pembangunan gedung dan fasilitasnya menggunakan dana APBN dari pemerintah pusat. Nantinya BLK akan berada dibawah pengelolaan Kementrian Ketenagakerjaan.

“Pembangunan tahap pertama telah dilakukan pada tahun 2014. Dalam pembangunan tersebut dibangun satu kantor dan satu gedung workshop untuk keahlian otomotif,” ujar Alam.

Selanjutnya, pada Agusus 2015 ini dilanjutkan pembangunan BLK tahap dua dengan dana dari APBN senilai Rp9,4 miliar. Dana tersebut untuk membangun tiga gedung workshop, yakni workshop keahlian pariwisata, pertanian, dan tekstil. Selain itu juga untuk membangun gedung kelas teori dan pembangunan pagar. “Direncanakan nantinya ada 9 workshop keahlian yang dibangun hingga selesai,” imbuh Alam.

Setelah beroperasi, kata Alam, nantinya para peserta BLK tidak hanya mendapatkan pelatihan ketrampilan dan keahlian, tapi juga mendapatkan sertifikat keahlian sesuai dengan bidang yang diambilnya. “Keahlian dan keterampilan ini bisa menjadi bekal untuk berwirausaha, sedangkan sertifikat bisa menambah portofolio saat melamar pekerjaan,” ujar Alam. (Humas & Protokol)
 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :