Pemkab Beri Santunan Pada Keluarga TKI yang Meninggal di Taiwan

Sabtu, 25 Januari 2014


BANYUWANGI- Pemkab Banyuwangi memberikan santunan kepada  Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Agus Suryanto yang meninggal saat bekerja di Taiwan. Santunan tersebut diserahkan Kepala Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan, Syaiful Alam Sudrajat kepada Dina Mariana, istri dari almarhum, di rumah orang tuanya, di Dusun Simbar I, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Sabtu (25/1).

Jenazah Agus Suryanto diterbangkan dari Taiwan dan tiba di Bandara Juanda, Surabaya pada Jumat malam (24/1) dan langsung dibawa ke Banyuwangi oleh pihak keluarga. Pagi hari tadi Jenazah langsung dimakamkan di TPU Dusun Simbar I Ds tampo Kec. Cluring.

Alam mengatakan santunan yang diberikan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemkab terhadap TKI asal Banyuwangi yang terkena musibah.  Tidak hanya santunan, pemkab juga akan membantu mengupayakan agar hak-hak almarhum selama bekerja dapat diterima secara utuh melalui ahli waris. “Kita akan ikut memastikan agar hak-hak almarhum Agus Suryanto baik itu gaji maupun asuransi bisa segera diterima oleh istri dan anaknya,” ujar Alam.

Untuk itu Alam menegaskan tidak akan segan menekan pihak agen pengiriman TKI yang memberangkatkan Agus Suryanto jika memang diperlukan. “Dinsos akan menekan perusahaan pengiriman TKI jika sampai lalai dan dilaporkan ke Kemenarkertrans agar ijin perusahaan itu dikaji ulang,” tandas Alam.

Sementara itu Dina Mariana, istri dari Almarhum Agus Suryanto yang sama-sama bekerja sebagai TKI di Taiwan menuturkan mengenai kronologis kematian sang suami. Sebelum mendapatkan kabar meninggalnya suami, Dina mengaku masih berkomunikasi secara intensif dengan yang bersangkutan. Namun tiba-tiba pada tanggal 14 Januari pukul 08.00 pagi waktu Taiwan , Dina dikabarkan bahwa suaminya telah meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. “Kata temannya, suami saya tiba-tiba pingsan, lalu dilarikan ke rumah sakit oleh temannya dan ternyata sudah tidak tertolong,” kisah Dina.

Dina mengaku selama suaminya bekerja 1 tahun 2 bulan di pabrik pipa di Taiwan tidak pernah mengeluhkan sakit. Hanya saja suaminya memang memiliki riwayat penyakit hipertensi atau darah tinggi.

Dina mengaku proses pemulangan jenazah suaminya agak rumit. Karena biaya pemulangan jenazah harus ditanggung oleh pihak keluarga almarhum. Karena itulah pemulangannya sempat tertunda sampai dengan hari kemarin.”Pihak perusahaan mengatakan biaya pemulangan nanti akan dipotong asuransi. Jadi kami menunggu agar asuransinya bisa keluar,” tutur Dina. (Humas  Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :