Priscilla Saputro Tampilkan Dramatic Carnival off Beat di Banyuwangi Batik Festival
Jumat, 9 Oktober 2015
BANYUWANGI - Even Banyuwangi Batik Festival akan berlangsung pada 10 Oktober besok. Sejumlah desainer batik nasional siap menampilkan karyanya di atas panggung fashion bergengsi di kabupaten The Sunrise of Java ini. Salah satunya adalah Priscilla Saputro yang siap membawakan batik Banyuwangi dengan tema Dramatic Carnival off Beat.
Priscilla mengatakan pada pagelaran BBF tahun ini, ia akan menampilkan 60 desain pakaian batik karyanya dengan tema Dramatic Carnival off Beat dengan motif batik Paras Gempal. Tema ini terinspirasi dari kemeriahan pagelaran seni dan budaya Banyuwangi yang berhasil memadukan budaya tradisional dan kontemporer. “Lewat berbagai even seni dan budaya tersebut, Banyuwangi mampu menampilkan transformasi budaya bagi kalangan generasi muda. Ini menginspirasi kami untuk bisa menuangkannya dalam sebuah desain fashion,” kata Priscilla.
Priscilla Saputro merupakan pengusaha batik kondang asal Yogyakarta yang sudah dikenal dengan label batiknya, Batik Nyonya Indo. Priscilla punya pengalaman segudang di dunia fesyen, khususnya batik. Dia mendesain busana Miss Universe 2012 Olivia Culpo, Miss Universe 2013 Gabriela Isler, dan Puteri Indonesia 2013 hingga 2015. Kali ini, Priscilla akan membawa Putri Indonesia 2015, Anindya Kusuma Putri untuk memperagakan karya busananya. Anindya akan tampil bareng dengan 2 finalis Putri Indonesia 2015 lainnya.
Berbeda dari tahun lalu yang menampilkan desain-desain soft yang memadukan batik dengan beludru, tahun ini Priscilla akan menampilkan desain yang lebih kuat dan berani. Seperti penggunaan warna-warna hi-tech yang akan diterapkan pada busana dengan ciri khas warna vibrant, mencolok dan menyala seperti shocking pink, fluorecent yellow, vivid orange, dan blue dory. “Namun warna-warna netral dengan komposisi yang tenang juga akan tetap dimunculkan pada koleksi ini,” tuturnya.
Untuk pemilihan kain batik, Priscilla menggunakan bahan-bahan tenun sederhana dan bertekstur yang dipadukan dengan motif batik kontemporer Banyuwangi yang beraneka ragam. “Pemilihan kain tenun dan bertekstur ini untuk memberikan kreasi desain yang unik,” ujarnya.
Kesan desain busana yang lebih kuat dan berani juga akan tampil dalam pemilihan shape dan detail busana. seperti potongan desain kontemporer yang dipadukan dengan avantgarde yang sedikit rumit dan tidak biasa. “Untuk memperkaya detail kami juga akan menggunakan embroider dan manik-manik,” imbuhnya.
Priscilla Saputro, pada Februari 2015 lalu telah menghadirkan batik Banyuwangi di ajang peragaan busana prestisius, Indonesia Fashion Week 2015 di Jakarta. Lewat sentuhannya, Priscilla dinilai sukses menampilkan batik Banyuwangi menjadi sebuah balutan desain yang kontemporer dan elegan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan Hary Cahyo Purnomo menambahkan kehadiran Priscilla sejak tahun lalu di BBF untuk memberikan inspirasi bagi para desainer busana batik lokal. ”Priscila kami libatkan untuk memotivasi desainer-desainer muda daerah agar maju dan berkembang. Kami juga ingin mengangkat kualitas busana batik Banyuwangi menuju level yang lebih tinggi” ujar Hary.
Selain membuat desain busana batik Banyuwangi, kehadiran Priscilla juga untuk memberikan motivasi bagi para pelaku industri batik daerah untuk mampu mengembangkan usahanya. Priscilla memberikan workshop kepada 21 industri kecil menengah (IKM) batik pada Jumat (9/10). “Di antara materi yang diberikan adalah teknik mencanting untuk menghasilkan gambar desain batik yang menarik. Sebab proses mencanting merupakan proses yang rumit dan butuh ketekunan yang akan mempengaruhi hasil akhir desain batik,” pungkas Hary. (Humas & Protokol)