Ribuan Guru Diniyah dan Swasta Terima Bantuan Rp 6,8 Miliar
Selasa, 31 Desember 2013
BANYUWANGI – Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Senin (30/12) dipadati ribuan Guru Diniyah dan Swasta. Kehadiran para pendidik putra putri bangsa ini, untuk menerima bantuan penyelenggaraan pendidikan tahun 2013 dari pemerintah yang besarnya Rp 6,8 miliar.
Bantuan pendidikan itu diberikan kepada 366 orang Guru Madin Ula sebesar Rp 797, 1 juta. 233 orang Guru Madin Wustho, sebesar Rp 507, 474 juta. 475 orang Guru Salafiyah Wustho Rp 1 miliar, 533 orang Guru SMP Swasta sebesar Rp 1,2 miliar. 259 orang Guru SD Swasta sebesar Rp 564 juta, 50 orang Guru SDLB Swasta sebesar Rp 108 juta dan 20 orang Guru SMPLB sebesar Rp 43, 5 juta. Juga untuk 11 ribu santri Ula dan 7 ribu Wushto, masing-masing Rp 1,1 juta dan Rp 1,2. Selain itu, ada bantuan yang diberikan “Untuk guru masing-masing menerima Rp 300 ribu per bulan, sedangkan untuk santri ula masing-masing Rp 15 ribu per bulan, dan santri wustho Rp 25 ribu per bulan,” terang Kepala Dinas Pendidikan, Sulihtiyono.
Pemberian bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilannya maisng-masing oleh Bupati Abdullah Azwar Anas. Selain kepada sekolah swasta, pemerintah juga memberikan bantuan kepada kepada Yayasan Pendidikan Muslimat NU (YPMNU) Nabawi sebesar Rp. 3,7 miliar dan Lembaga Pembinaan Dan Pengem bangan Taman Kanak-Kanak Al- Qur’an Badan Komunikasi Re- maja Mesjid Indonesia (LPPTKA- BKPRMI) Kabupaten Banyuwangi sebesar Rp 502 juta.
Dalam sambutannya Bupati Anas mengatakan senang dengan kehadiran para kyai dan guru-guru ini. Karena selain untuk menerima bantuan dari pemkab mereka juga diajak ngebangi pendopo kabupaten Banyuwangi dengan sholat berjama’ah. “Saya senang, karena ini hari ini, saya meminta doa dari bapak dan ibu sekalian. Do’a ini menurut saya penting doa sebagai modal bagi kami untuk mengarungi bahtera yang luar biasa dalam membangun Banyuwangi. Insyalloh dengan do’a membangun Banyuwangi lebih ringan di tahun 2014. Saya juga minta para kyai bisa memipin sholat berjamaah dan do’a Sholawat Nariyah,” tutur Bupati.
Usai menerima bantuan, mereka langsung tasyakuran (ngebangi, red) Pendopo yang baru selesai direnovasi dengan doa dan membaca Sholawat dipimpin para ulama dan diikuti para tokoh agama yang hadir. Dilanjutkan Sholat Magrib berjamaah. Sebelumnya, para guru dan kyai ini juga mendapat tausyiah oleh Ketua PCNU Masykur Ali. (Humas dan Protokol)