Jaring Kota Kreatif Indonesia Gaungkan "Bergegas Bergerak Bersama" dari Banyuwangi

Banyuwangi - Jaringan lintas komunitas kreatif lebih dari 230 kota menggelar rapat kerja nasional di Banyuwangi. Mengangkat tema Jenggirat Obah Bareng mereka membahas bagaimana bergegas bangkit dari situasi darurat pandemi Covid-19 dengan cara-cara kreatif.

Rakornas tersebut digelar selama dua hari, 5 - 6 November 2020, dan dibuka langsung oleh Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki lewat sambungan virtual, Kamis (5/11/2020).

Rakornas ICCN tersebut diikuti secara virtual oleh Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, dan anggota ICCN yang beranggotakan 231 kota/kabupaten. Juga dihadiri secara langsung oleh 50 orang koordinator wilayah ICCN se Indonesia, Bupati Abdullah Azwar Anas hingga Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru.

Menkop dan UMKM Teten Masduki Teten berharap agar rakornas yang digelar di Banyuwangi dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah dan insan ekonomi  kreatif di berbagai daerah.

“Saat ini perekonomian nasional mayoritas disokong oleh UMKM yang jumlahnya mencapai 90 persen dimana di dalamnya juga berisi para insan kreatif. Di tengah ekonomi dunia yang lesu, Presiden berharap umkm jadi penyangga ekonomi nasional. forum Semoga rakornas ini menghasilkan kontribusi positif bagi dunia kreatif UMKM,” ujar Teten.

Teten berharap agar forum ini bisa menjadi forum sharing dan penguat jejaring antar pelaku kreatif, khususnya di tengah situasi pandemi yang sulit ini. Teten pun menyampaikan apresiasi kepada Banyuwangi sebagai tuan rumah penyelenggaraan rakornas ICCN. Teten mengatakan Banyuwangi merupakan  daerah yang memiliki banyak potensi hingga inovasi yang bisa menjadi inspirasi bagi tumbuhnya keratifitas di berbagai daerah.

“Saya baru beberapa waktu lalu kembali dari Banyuwangi. Daerah ini sangat tepat untuk menjadi inspirasi dengan berbagai kreatifitas dan inovasi yang dilakukannya,” ujar Teten.

Sementara itu Ketua Umum ICCN Fiki Satari mengatakan pada rakornas kali ini, seluruh simpul kreatif nasional hadir di Banyuwangi. Mulai perwakilan dari wilayah Sumatera hingga Papua. 

“Kalau diistilahkan, ini adalah bagian dari jihad kita untuk negeri, terbang ke Banyuwangi dengan protokol kesehatan yang ketat untuk bersama. Maka kita pastikan seluruh diskusi, diskursus dan perdebatan seru adalah bagian dari kontribusi kita untuk negeri,” ujar Fiki.

Fiki mengatakan untuk menjadikan Indonesia kreatif harus dimulai dari kota/kabupatennya. Sebagai daerah yang berlimpah kreativitas dan inovasi, Banyuwangi sendiri diharapakan menjadi salah satu sumber inspirasi. Termasuk juga dari model leadership yang mampu membangkitkan  inisiatif-inisiatif inovasi tersebut bahkan di masa pandemi seperti sekarang.

“Kita ingin menyampaikan pada jejaring ICCN semangat  optimisme melalui sinergi dan kolaborasi seperti yang terjadi di Banyuwangi. Bahwa meski di tengah pandemi, kita tetap bisa berprestasi melalui kreativitas dan inovasi. Kita harus Bergegas Bergerak Bersama, dalam  bahasa Banyuwangi Jenggirat Obah Bareng,” ujar Fiki.

Sementara itu Bupati Abdullah Azwar Anas menyampaikan jika Banyuwangi berterima kasih dan merasa bangga menjadi tuan rumah kegiatan para insan kreatif tanah air. Anas berharap rakornas yang digelar tersebut bisa memunculkan ide dan gagasan bagi pengembangan dunia kreatif nasional.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan pada kami. Semoga rakornas ini menghasilkan yang terbaik dan organisasi dan dunia kreatif Indonesia,” ujar Ansas.

Anas menambahkan, kreativitas dan inovasi Banyuwangi awalnya berangkat dari keinginan untuk mengoptimalkan pembangunan daerah di tengah segala keterbatasan. Dia menanamkan "virus kreatif" dan semangat inovator kepada seluruh stakeholder. 

Ternyata dengan kreativitas dan inovasi secara berkelanjutan, akhirnya menghasilkan tidak hanya pembangunan yang melampaui target tapi juga prestasi yang membanggakan bagi daerah.

“Di saat pandemi pun, kami menganggap ini sebagai tantangan yang harus kami pecahkan bareng. Kami berupaya bangkit dengan melakukan sinergi dan protokol baru di banyak hal. Covid bagaikan pitstop di kompetisi balap. Kalau kita cepat melakukan penyesuaian dan akselerasi maka kita bisa cepat dan jadi pemenang,” pungkas Anas. (*)