142 Perwira Kunjungi Banyuwangi, Pantau Tank Boat Pertama di Dunia
Sabtu, 13 Agustus 2016
BANYUWANGI - Para Perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sedang mengikuti Pendidikan Regional Sekolah Staf dan Komando (SESKO) TNI berkunjung ke Banyuwangi. Mereka berkunjung ke PT. Lundin Industry Invest, Sukowidi, Banyuwangi yang merupakan salah satu obyek strategis.
“Kunjungan ini merupakan bagian dari pendidikan, mengunjungi beberapa obyek strategis. Selain di PT. Lundin Banyuwangi, juga berkunjung ke PT. PAL dan PT. Pindad,” ungkap Wakil Komandan Sesko TNI Brigjen TNI Darlan Harahap, Jumat (11/8).
PT Lundin sengaja dipilih dalam kunjungan para perwira itu, karena merupakan tempat memproduksi beberapa Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) yang dipergunakan oleh TNI Angkatan Laut. “Lundin telah bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut berupa pembuatan alutsista laut,” papar Darlan.
Alutsista yang diproduksi di PT. Lundin berupa kapal perang. Di antara kapal perang yang diproduksi di Banyuwangi ini adalah X2K Interceptor RIB, X2K Special OPS RIB, X2K Special Forces RIB, X10 RIB, X38 Combat Cat dan Special Ops Cat.
Selain itu, PT Lundin juga memproduksi Fast Missile Patrol Vessel (FMPV) TRIMARAN dan X18 Fire Support Vessel (FSV). Untuk nama kapal yang terakhir tersebut, lebih dikenal dengan istilah “Tank Boat”. Karena X18 FSV tersebut merupakan perpaduan antara kapal (boat) dan tank.
“Ini merupakan yang pertama di dunia,” papar Direktur PT. Lundin John Lundin. Tank Boat tersebut memiliki kualifikasi yang bisa dipergunakan dalam berbagai medan air. Mulai dari rawa, sungai, pantai hingga laut. Didesain dengan model Catamaran (dua kaki) serta terbuat dari bahan carbon composite, membuat kapal tersebut mampu melaju hingga 35 Knot. Tank Boat memiliki panjang 18 Meter dan lebar 6,1 Meter, mampu menampung 6 orang krue, 20 tentara dan sebuah geladak yang cukup untuk menampung sebuah perahu karet.
Sementara itu, untuk persenjataannya, Tank Boat tersebut langsung ditangani oleh PT. Pindad. Direncanakan Tank Boat tersebut akan dilengkapi dengan meriam 105 MM sebagaimana yang dipakai dalam medium tank. “Jarak tembak point to point, secara langsung mencapai 5 KM, jika dimiringkan 20 derajat mampu mencapai 17 KM,” papar Direktur Komorsel PT. Pindad Wahyujianto.
Selain itu, lanjut Wahyu, Tank Boat tersebut juga dilengkapi dengan remote control 50 calibre GPMG yang mampu menjaga sasaran tembak di tengah guncangan gelombang air. Adapula aero stabilizer yang berfungsi untuk meredam guncangan kala meriam ditembakkan. Kapal yang telah diminati oleh beberapa negara tersebut, dijadwalkan akan diserahterimakan kepada Presiden Joko Widodo pada tahun 2017. “Targetnya selesai bulan Oktober 2017 dan diserahkan kepada presiden,” pungkas Wahyujianto. (Humas)