16 Ribu Kartu Jamkesmas Tidak Tepat Sasaran Ditarik dan Diganti
Jumat, 21 Juni 2013
BANYUWANGI – Sebanyak 16 ribu kartu Jamkesmas yang didistribusikan di Kabupaten Banyuwangi ternyata tidak tepat sasaran. Untuk itu Dinas Kesehatan telah melakukan penarikan dan segera menggantinya dengan penerima baru.
Sekretaris Dinas Kesehatan dr. Wiji Lestariono mengatakan, pada tahun 2013 Kabupaten Banyuwangi mendapatkan kuota Jamkesmas sebanyak 552 ribu kartu. Kuota tersebut didapat berdasarkan data yang dimiliki oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) tentang data jumlah penduduk miskin di Banyuwangi. “Kartu-kartu itu didistribusikan per kecamatan oleh tim yang terdiri dari Sekcam, kepala dan staf puskesmas serta tokoh masyarakat,” kata dr. Rio sapaan akrabnya.
Namun setelah kartu didistribusikan dan dilakukan verifikasi, ditemukan fakta jika ada 16 ribu kartu yang tidak terdistribusi dengan tepat. “Penerima yang tidak tepat sasaran itu karena ada yang meninggal, pindah domisili dan orang yang sudah mampu,” kata dr. Rio. Untuk itu tim pendistribusian segera melakukan penarikan kartu-kartu Jamkesmas tersebut.
Dengan adanya temuan tersebut, lanjut dr. Rio, Dinas Kesehatan segera melakukan koordinasi dengan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) daerah untuk melakukan pendataan masyarakat miskin pengganti yang akan menjadi penerima baru kartu Jamkesmas salah sasaran tersebut. “Setelah melalui rapat koordinasi maka disepakati calon penerima kartu Jamkesmas pengganti diambil dari peserta Jamkesmas lama yang tahun ini tidak mendapat kartu dan masih berstatus miskin, pemohon surat pernyataan miskin (SPM) dan peserta Jamkesda,“ urai dokter yang pernah menjadi Kepala Puskesmas Sempu itu.
Saat ini, nama-nama penerima kartu Jamkesmas pengganti, ungkap dr. Rio sudah dikirimkan ke Kementrian Kesehatan. Nantinya kartu Jamkesmas dengan nama-nama tersebut akan dikirim langsung ke Banyuwangi dan siap didistribusikan kembali. “Insyaallah tanggal 30 Juni mendatang kartu-kartu itu sudah dikirim ke Banyuwangi,” pungkas Dr. Rio.