|
BANYUWANGI- Terminal pariwisata terpadu di pasar Sobo Banyuwangi dipastikan akan dibangun tahun depan. Itu dikatakan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat meninjau lokasi pembangunan pasar tersebut, Selasa (18/11).
Dikatakan Anas, studi kelayakan pembangunan terminal pariwisata terpadu pada tahun 2014 ini telah tuntas. Sehingga, pembangunannya bisa dipastikan akan berjalan tahun depan dengan menggunakan dana APBD tahun anggaran 2015.
Terkait konsep bangunan, lanjut Bupati Anas, pemerintah tidak setengah-setengah dalam membangun gedung. Pasar Terpadu ini nanti akan didesain arsitek handal Yori Antar atau Adi Purnomo.
Terkait penataan kata Bupati, akan ditata di dalam sehingga asas keadilan bisa ada di pasar. “Tidak dipungkiri setiap kebijakan pemerintah yang manfaatnya belum sepenuhnya diketahui masyarakat selalu menimbulkan pro dan kontra. Tetapi secara bijaksana berkeadilan pemerintah akan selalu menampung aspirasi masyarakat hingga akhirnya rakyat memahami rencana pemerintah. Kalau terpadu jadi nanti, dipastikan pedagang akan meraih keuntungan yang lebih banyak. Karena pasar ini akan menjadi pusat jujugan masyarakat, seperti Pasar Seni Sukowati di Bali. Sisi lain pedagang tradisional tetap akan diberi porsi di sini,” terang Bupati Anas.
Mendengar paparan dan penjelasan dari Bupati beserta stafnya ini, para pedagang yang diundang Bupati ini akhirnya mengerti dan mengubah imagenya kalau ternyata pemerintah tidak seperti yang diisukan. “Terimakasih, Pak atas penjelasannya. Dengan begini kami bisa paham rencana pemerintah. Secara pribadi dan mewakili pedagang kami tidak keberatan dengan rencana pemerintah dan kami akan mendukung sepenuhnya. Memang beberapa bulan lalu kami sempat berburuk sangka kepada pemerintah, karena informasi yang kami dapat tidak seperti ini. Kami mohon maaf, Pak?,” kata Nur Samsi.
Selain meminta maaf, Nur Samsi juga sempat menanyakan apa dia atau pedagang lainnya masih diperbolehkan jualan handpone tatkala pasar sudah direnovasi. Terkait pertanyaan Samsi, apakah masih diperbolehkan berjualan handphone, atau pedagang lain apakah masih diijinkan berjualan seperti yang ada saat ini, Bupati Anas mengatakan akan ada win-win solution antara pemerintah dengan pedagang. Artinya, sama-sama ada saling pengertian. Kalau konsepnya pasar seni, kata bupati, tentunya akan menyesuaikan. Tetapi pihaknya yakin para pedagang pasti memahami dan bisa menyesuaikan secara bertahap. “Sebenarnya yang dicari pedagang itu kan untung, bukan jualan apa. Nah kalau jualan batik lebih laris dari handphone pasti akan milih jualan handphone. Ya bisa separo jualan handphone separohnya jualan batik, lama-lama akan terbiasa,” jlentreh Bupati dengan bijak.
Puas dengan jawaban Bupati Anas, kembali para pedagang ini menunjukan sikap yang berbeda saat belum mendapat penjelasan dan sesudahnya. Di akhir acara mereka sepakat menyatakan mendukung segala kebijakan pemerintah yang dapat memberikan keuntungan kepada masyarakat.(Humas & Protokol)
|