400 Pramuka Penggalang Ikuti Perkemahan di Wisata Pinus Songgon

Kamis, 23 Maret 2017


BANYUWANGI – Ada pemandangan  yang berbeda  di Wisata Pinus Songgon (WPS), Selasa (21/3). Areal hutan pinus yang biasanya  ramai dengan pengunjung yang ingin berwisata, kali  ini dipenuhi para anggota pramuka. Mereka adalah pramuka penggalang  yang tengah mengikuti kegiatan Lomba Tingkat Regu Pramuka Penggalang Banyuwangi (LT-III) 2017.

Meski cuaca kurang bersahabat, para anggota pramuka penggalang tersebut terlihat sangat menikmati setiap aktivitas yang mereka ikuti. Total ada 400 pelajar se-Kabupaten Banyuwangi yang ambil bagian dalam perkemahan tersebut.

Saat membuka kegiatan tersebut, Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko mengatakan, pendidikan kepramukaan di masing-masing gugus depan perlu terus ditingkatkan. Sebab pramuka sebagai pendidikan karakter menjadi cikal bakal munculnya generasi yang berkualitas dan tahan uji.

“Pramuka adalah  pendidikan karakter yang perlu  kita berikan kepada anak-anak muda kita. Karena nilai-nilai yang ada dalam pendidikan pramuka akan menyulap generasi kita jadi generasi hebat,” kata Yusuf.

Khusus untuk gerakan pramuka di Banyuwangi, Yusuf mengharapkan para pengurus dan pembina pramuka lebih kreatif dalam memberikan pembinaan. “Banyuwangi ini dikenal dengan kekayaan seni budayanya. Agar gerakan pramuka Banyuwangi punya kekhasan yang berbeda dengan pramuka di daerah lain, kita perlu menanamkan kesenian dan kearifan lokal pada anak-anak kita. Ini akan jadi bekal bagi mereka untuk  semakin percaya diri dan cinta pada tanah kelahirannya,” ujar Yusuf yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang Pramuka Banyuwangi itu.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Sulihtiyono. Digelarnya kegiatan LT-III ini, kata Sulihtiyono, dimaksudkan untuk meningkatkan kecakapan para anggota pramuka. “Kegiatan ini sifatnya kreatif, rekreatif dan edukatif, yang tujuannya untuk meningkatkan kecakapan. Jadi lewat ajang ini, mereka bisa menunjukkan potensi yang dimiliki semaksimal mungkin, selain tentunya juga melatih fisik dan mentalnya,” tandas Yusuf.

Kegiatan  ini juga dijadikan sebagai sarana untuk berbagi ilmu dan bertukar informasi. Dikemas dalam bentuk perkemahan yang dilangsungkan selama 4 hari (21 – 24/3), anggota pramuka penggalang yang rata-rata berusia 12 – 15 tahun itu juga berkesempatan mengikuti berbagai kegiatan.

Selain tampil di pentas seni dimana masing-masing regu akan unjuk kebolehan, mereka juga akan mengikuti safari camp. Dan semua yang mereka lakukan di tempat itu sejak hari pertama akan dinilai. Sedangkan lomba-lomba yang diikuti mencakup 29 lomba, di antaranya memanah, menembak, pioneering, english corner, melukis mural, mading 3 dimensi,  jurnalistik dan fotografi. Pada akhir kegiatan, akan dipilih juara terbaik yang nantinya pemenangnya akan dikirim mengikuti lomba serupa di tingkat provinsi.

Wisata Hutan Pinus Songgon, saat ini menjadi salah satu destinasi wisata alternatif di Banyuwangi yang sangat menarik untuk dikunjungi. Hutan ini terletak kurang lebih 30 Km dari kota Banyuwangi. Lokasinya yang berada di kaki Gunung Raung, membuatnya jadi destinasi wisata yang berhawa sejuk. Tidak hanya cocok untuk refreshing, Wisata Hutan Pinus ini juga recommended dengan banyak spot selfie yang cantik. (Humas)

 


Berita Terkait

Bagikan Artikel :