7 September, Masyarakat Banyuwangi Disuguhi Tontonan BEC
Jumat, 16 Agustus 2013
BANYUWANGI – Masyarakat Bumi Blambangan akan kembali mendapatkan suguhan tontonan yang menarik. Event karnaval budaya yang dikemas dalam Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), 7 September mendatang akan dilangsungkan di Banyuwangi. Karnaval yang menggabungkan antara budaya tradisional dan modern tersebut sekaligus menjadi pembuka bagi perhelatan Banyuwangi Festival yang memasuki tahun kedua ini.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Mohammad Yanuarto Bramuda mengatakan, pekan depan para peserta BEC-3 yang mengangkat tema Kebo-keboan ini akan mulai menjalani presentasi kostum. “ Setelah mengikuti workshop tentang teknik mendesain kostum, seni me-make up diri, pendalaman terhadap karakter tiap-tiap tokoh (Kebo Geni, Kebo Bayu Tirto dan Kebo Bumi) dan koreografi tanggal 22 – 31 Juli lalu, peserta akan mengikuti presentasi kostum tahap I pada Kamis (22/8) ,”jelas Bram. Saat itu, peserta diharapkan telah menyelesaikan kostumnya minimal 75 persen. Peserta BEC – 2 yang menampilkan tema Barong juga tak ketinggalan ikut mempresentasikan kostumnya dalam kegiatan yang diselenggarakan di aula Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba) itu.
Tak berhenti disitu, secara berturut-turut mulai Senin (26/8) hingga Kamis (29/8), mereka akan berlatih koreografi dengan live music sesuai sub tema. Dilanjutkan dengan presentasi kostum tahap II pada Selasa (30/8). Sehari sebelum pelaksanaan, seluruh peserta I juga diwajibkan mengikuti gladi bersih di venue BEC-3.
Di BEC-3, Gandrung tetap menjadi magnet di awal pembukaan BEC-3 tersebut. Di barisan terdepan akan ditampilkan 300 penari Gandrung yang menampilkan welcome dance untuk para tamu. Setelah itu akan tampil Kebo-keboan asli sebagaimana yang biasa ditampilkan di Desa Alas Malang, yang dilanjutkan dengan penampilan Kebo-keboan ala BEC - 3.
Tema Kebo-keboan terbagi atas 3 sub tema, yakni Kebo Geni, Kebo Bayu Tirto dan Kebo Bumi. Kebo Geni menggambarkan semangat, motivasi, amarah dan kepahlawanan. Warna yang dominan dipakai adalah hitam dan merah. Kebo Bayu Tirto menggambarkan tentang kehidupan, dengan 3 warna dominannya hitam, silver dan putih. Sedangkan Kebo Bumi yang menggambarkan tentang kesuburan lebih dominan pada warna hitam dan emas. Ketiga Kebo tersebut akan tampil dengan tanduk, kliningan sapi, dilengkapi dengan ekor dan sayap yang memperlihatkan kekhasan Banyuwangi seperti motif Gajah Oling.
Yang tak kalah menarik, konsep BEC -3 ini dibuat berbeda dari BEC sebelumnya. Letak perbedaannya salah satunya pada lokasi startnya. Jika sebelumnya pemberangkatan dimulai dari depan SD Kepatihan (Jl. Veteran), kali ini startnya berada di Taman Blambangan, tepatnya dimulai dari makara (gapura) yang biasa digunakan untuk menggelar pergelaran seni setiap Sabtu malam. Peserta karnaval akan turun dari tangga tinggi ber-trap dari samping kiri dan kanan gapura. Setelah itu mereka melewati tengah lapangan Taman Blambangan menuju ke arah timur, kemudian berbelok ke kiri, dan barulah mengikuti rute BEC seperti tahun sebelumnya. Yang tak berubah adalah nantinya tetap akan ditampilkan musik yang gemebyar dikolaborasikan dengan fashion dan koreografi yang dibawakan peserta BEC -3. (Humas & Protokol)