900 Personil Dikerahkan Amankan Mudik Lebaran 2017
Selasa, 20 Juni 2017
BANYUWANGI – Untuk mengamankan situasi menjelang dan saat pelaksanaan mudik Idul Fitri 1438 Hijriyah, Polres Banyuwangi akan mengerahkan 900 personil, yang mencakup anggota TNI/Polri dan gabungan dengan instansi terkait. Tergabung dalam sebuah operasi pengamanan yang bersandi operasi Ramadniya Semeru 2017 yang digelar Senin (19/6), mereka akan memberikan pengamanan bagi masyarakat selama 16 hari ke depan.
Kapolres Banyuwangi AKBP Agus Yulianto mengatakan untuk memberikan rasa aman, tertib dan lancar selama arus mudik hingga balik, aparat kepolisian bersama tim akan melakukan operasi Ramadniya Semeru 2017 yang dipusatkan di delapan belas titik. Ke delapan belas titik Pos Pengamanan (Pospam) itu tersebar di sejumlah kecamatan, tempat-tempat umum seperti bandara, stasiun kereta api, terminal dan sejumlah destinasi wisata.
“Ke delapan belas titik pengamanan ini kami sentralkan di pos terpadu yang kami tempatkan di Pelabuhan Ketapang. Tempat ini sekaligus menjadi pusat pendataan dan kontrol terkait pelaksanaan pengamanan, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” kata Kapolres.
Agus menambahkan, pos terpadu tersebut dilengkapi CCTV dan video conference yang terkoneksi langsung dengan tempat-tempat dimana pos pengamanan berada. Sehingga pengawasan dan pemantauan lebih mudah dilakukan.
Selain aparat kepolisian, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan, juga akan diturunkan untuk memberikan pelayanan arus mudik dan balik. Di setiap Pospam akan disiagakan tenaga medis yang difungsikan memberikan pertolongan pertama bagi para pemudik yang sakit saat perjalanan.
Operasi pengamanan ini, lanjut Kapolres, akan digelar selama 16 hari, mulai 19 Juni – 2 Juli 2017. Semua tim gabungan akan berjaga sepanjang 24 jam di pospam yang telah ditentukan.
Menyambut lebaran kali ini, ujar Kapolres, aparat kepolisian juga membentuk Tim Pengurai Kemacetan (Murai Macan). Tim ini disiagakan di tempat-tempat khusus yang rawan macet. Seperti di Kawasan Kumitir (perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Jember), pasar tumpah, pelabuhan dan jalur-jalur perlintasan kereta api.
Khusus untuk pengamanan di pelabuhan, patroli bersama juga dilakukan untuk mengantisipasi kapal tenggelam.
Selain itu warga juga diinstruksikan untuk waspada terhadap isu-isu terorisme yang ada. “Bila merasa curiga dengan gerak gerik orang asing, saya harap warga berkoordinasi dengan kepolisian,” pungkas Kapolres. (*)