ABK dan Nelayan Ramai - Ramai Ikuti Tes HIV/AIDS
Rabu, 31 Agustus 2016
BANYUWANGI – Peduli kesehatan anak buah kapal dan nelayan di sekitar pelabuhan, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banyuwangi, menggelar Tes HIV/AIDS. Kegiatan ini digelar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Selasa pagi (30/8).
Sedikitnya ada puluhan Anak Buah Kapal (ABK) dan nelayan beramai-ramai mengikuti tes ini. Mereka tampak mengantre dengan sabar, menunggu giliran dirinya dites. Salah satunya, ABK asal Yogyakarta dan Magelang, RN (21) dan ADR (21). Dua orang pemuda ini secara sadar ingin memeriksakan kesehatannya disini. Mengingat kata dia, kehidupannya berada di lingkungan yang rawan akan tertular virus memastikan tersebut.
“Sebenarnya saya sih takut menjalani tes HIV/AIDS ini. Tapi saya pengen sehat. Jadi begitu tahu kalau disini diadakan tes HIV/AIDS, ya saya ikut saja. Apalagi gratis dan hasilnya langsung bisa diketahui,” ujar RN yang diamini rekannya, ADR.
Menurut pengelola program KPA Banyuwangi Wilayah Pelabuhan, Tunggul Harwanto, mengapa digelar di pelabuhan? Karena orang-orang yang bekerja di kawasan pelabuhan memang berisiko terkena HIV/AIDS.
“Mereka rawan tertular lewat perilaku seks bebas. Melalui one day service yang kami gelar hari ini, mereka bisa mendapatkan sosialisasi tentang HIV/AIDS. Setelah paham, mereka akan mendapatkan konseling secara pribadi dan melakukan tes HIV/AIDS yang hasilnya keluar hari ini juga. Bagi yang positif harus segera berobat,” tutur Tunggul.
Bagi mereka yang hasil tesnya negatif pun, imbuh Tunggul, harus rutin periksa minimal sebulan sekali. “Ini memang baru pertama kalinya kami gelar disini. Selanjutnya secara rutin akan terus kami adakan. Tak hanya disini, tapi juga di ASDP dan LCM. Target kami sampai dengan akhir tahun ini, 5 ribu orang terpapar informasi dan 1500 orang mau melakukan tes HIV/AIDS,” katanya.
Tes yang melibatkan tenaga medis Puskesmas Klatak ini, untuk memeriksa voluntary counseling testing (VCT) secara sukarela. “Karena di kawasan pelabuhan ini belum terdapat kelengkapan fasilitas kesehatan untuk HIV/AIDS, kami mendapatkan dukungan dari Puskesmas Klatak-Kalipuro untuk penyediaan mobile VCT dan layanan teknisnya. Tes HIV/AIDS yang hasilnya keluar hari ini juga. Bagi yang positif harus segera berobat,” tutur Tunggul.
Saat ini Banyuwangi sudah memiliki 29 puskesmas dan 2 RS umum yang punya layanan VCT. Dari kegiatan yang gencar dilakukan oleh KPA dan Pemkab Banyuwangi pada 2012 ditemukan 313 kasus HIV/AIDS di Banyuwangi. Pada 2013 meningkat menjadi 333 kasus, 2014 ada 464 kasus dan 2015 terdapat 417 kasus. Sedangkan pada Januari hingga Mei 2016 terdapat penurunan kasus menjadi 118 kasus. Total ada 2673 kasus yang ditemukan di Banyuwangi sejak 1999 sampai dengan 2016. (Humas)