Adi Purnomo Bangga Taman Rancangannya Jadi Catwalk Fashion on Pedestrian

Jumat, 9 Oktober 2015


BANYUWANGI – Arsitek kondang Adi Purnomo memberikan aplaus panjang saat menyaksikan fashion on the pedestrian, yang digelar Jum’at (9/10) di Taman Blambangan. Sang arsitek Taman Blambangan ini merasa bangga ruang publik rancangannya bisa menjadi catwalk peragaan busana di Banyuwangi.

Fashion on the pedestrian, adalah event peragaan busana yang digelar di trotoar di salah satu taman publik Banyuwangi, Taman Blambangan. Fashion ini merupakan salah satu rangkaian gelaran Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2015. Sedikitnya ada 170 model yang berlenggak lenggok mengenakan busana dengan paduan batik khas Banyuwangi di atas trotoar yang telah dirubah menjadi catwalk.   

“Event ini melebihi ekspektasi saya. Sebuah trotoar yang awalnya hanya lansekap sebuah taman publik, ternyata disulap oleh Banyuwangi menjadi panggung para model. Ini sangat inspiratif, sebuah ide yang hebat. Memanfaatkan ruang publik yang ada untuk menghasilkan sebuah karya,” kata Adi Purnomo, sambil mengabadikan event ini dengan kamera digitalnya.

Arsitek peraih penghargaan terbaik dari Ikatan Arsitek Indonesia untuk serial 'rumah urban' ini menyatakan, sejak awal mendesain Taman Blambangan tidak pernah tersirat taman ini untuk digunakan sebagai event berkelas.

“Awalnya saya mendesain Taman Blambangan ini sesuai fungsinya, untuk sebuah ruang publik yang nyaman. Di sini publik bisa beraktivitas apapun dengan nyaman. Mulai olah raga, atau hanya sekedar rehat menghilangkan penat. Benar-benar bisa hilangkan stres. Tapi saat ini benar-benar beda, trotoar Taman Blambangan jadi runway panjang bagi para model,” ujar Mamo, sapaan akrab arsitek ternama ini.

Taman Blambangan yang terletak di tengah kota merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang ada di Banyuwangi. Sering dikenal sebagai lapangan Taman Blambangan, taman publik ini setiap hari diramaikan aktivitas publik. Mulai dari area jogging, latihan basket dan voli, tempat berkumpulnya warga, hingga arena skateboard juga ada di taman yang terakhir dipugar tahun 2011 lalu. Di lapangan ini, juga setiap akhir pekan digelar pentas yang menampilkan kesenian tradisional Banyuwangi.

Selain Taman Blambangan, tangan dingin Adi Purnomo juga telah mendesain sejumlah tempat dan bangunan di Banyuwangi menjadi sebuah taman publik atau bangunan yang eco-friendly. Sebut saja Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Guesthouse-nya dengan konsep green architecture yang sangat bagus. Taman Pahlawan menjadi ruang publik dan Taman Digital dan amphitheater di Pantai Boom. (Humas & Protokol)       

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :