Ajak Peduli Lingkungan, DKP Libatkan Siswa dan Masyarakat dalam Lomba Hari Peduli Sampah Nasional

Minggu, 21 Februari 2016


<span 1.6em;"="">BANYUWANGI – Ratusan masyarakat mulai dari pelajar hingga ibu rumah tangga (IRT) tampak menyesaki areal GOR Tawang Alun Banyuwangi, Minggu pagi (21/2). Mereka tampak bersemangat dengan segala perlengkapan yang mereka bawa dari rumah. Seperti kaleng, bungkus makanan/minuman, kardus, gelas/tas plastik, karung bekas serta tong sampah.

Ya, barang-barang bekas tersebut sengaja mereka siapkan karena akan mengikuti lomba kreasi kerajinan daur ulang. Lomba yang digelar Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Banyuwangi dalam rangka peringatan hari Peduli Sampah Nasional (PSN). Kegiatan ini bertujuan mengajak siswa dan masyarakat peduli lingkungan sejak dini. Selain lomba kreasi kerajinan daur ulang, juga ada lomba melukis tong sampah dan menggambar dengan tema global warming. Lomba kerajinan daur ulang dibuka untuk pelajar (SD, SMP, SMA) dan umum. Sedangkan lomba yang lain, hanya diperuntukkan bagi pelajar SD.

Desy Dharmawanti (38) salah satunya. Ibu rumah tangga ini ambil bagian dalam lomba kerajinan daur ulang karena ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa dengan sedikit kreatifitas, barang bekas pun bisa disulap menjadi barang yang bernilai tinggi.

“Kita gak usah gengsi dengan selalu membeli barang-barang mahal. Kita bisa kok membuat sendiri dari barang bekas. Menurut saya, ajang ini tepat sekali untuk menunjukkannya kepada masyarakat,” kata Desy.

Di lomba ini, dengan menggunakan bahan dasar botol air mineral, karung dan plastik bekas, Desy mencoba menunjukkan kreatifitasnya membuat asesoris. Seperti jepit rambut, gelang, kalung, dan lampu rias. “Saya membuat kreasi seperti ini tidak hanya pas lomba saja. Perabot di rumah pun, banyak yang saya buat sendiri dari barang bekas, seperti tempat menyimpan sendok, tisu dan bumbu masakan,” beber Desy sembari mengerjakan kreasinya.

Peserta lainnya, Felicia Evan W (12) memilih lomba lukis tong sampah untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan. Pelajar kelas VI SDK Santo Yusuf ini melukis penyu dan capung di tong sampahnya. Alasannya karena gadis cilik ini ingin mengkampanyekan penyelamatan satwa dari kepunahan yang bisa disebabkan oleh pencemaran lingkungan. “Penyu kan binatang ikon nya Banyuwangi. Jadi harus diselamatkan dari kepunahan,” kata Felicia. (Humas Protokol).

 

 

 

 

 

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :