Ajari Perempuan Survive, Pemkab Latih Buat Jamu

Kamis, 14 April 2016


BANYUWANGI – Para perempuan yang tergabung dalam komunitas Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) dilatih membuat jamu tradisional, Selasa (12/4) di Aula Badan Pemberdayaan Perempuan & Keluarga Berencana (BPPKB) . Pelatihan yang digelar Pemkab Banyuwangi  tersebut dimaksudkan agar para perempuan survive dalam hidupnya, meski tak lagi punya suami. Pelatihan ini merupakan sinergi antara , BPP&KB, Dinas Kesehatan serta  Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) Kabupaten Banyuwangi.

Dikatakan Kepala BPP&KB, Muhammad Pua Jiwa, usaha pembuatan jamu gendong ini menjadi sumber pendapatan bagi para ibu yang mayoritas adalah single parent ini. “Karena ini menjadi sumber pendapatan bagi mereka, maka mereka harus serius dalam menjalankan usaha ini. Yang harus diperhatikan adalah perlunya menjaga kualitas produknya agar tidak membahayakan konsumen,” kata Pua.

Dalam bimbingan teknis tersebut, narasumber dari Dinas Kesehatan dan Disperindagtam Banyuwangi dihadirkan untuk  memberi bekal pengetahuan kepada ibu-ibu tentang cara  memproduksi jamu yang higienis dan menyehatkan. Tak hanya sekedar membuat jamu, tapi mereka juga dilatih bagaimana  meningkatkan kualitas dan keamanan jamu yang mereka hasilkan.

“Obat-obatan tidak boleh dicampurkan  ke dalam minuman kesehatan. Kita sering kali menemukan  obat tradisional yang beredar di pasaran masih mengandung bahan kimia obat (BKO). Dan yang mengkhawatirkan, masyarakat tidak mengetahui hal tersebut. Yang mereka yakini, minum jamu tradisional baik untuk tubuh. Padahal, jika jamu yang mengandung BKO ini dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama akan membahayakan fungsi hati dan ginjalnya sehingga berdampak buruk  bagi  kesehatan ,” beber Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Banyuwangi, Sulistyowati.

Selain itu, tambah Sulistyowati, jamu gendong sebaiknya sekali buat langsung habis. Tidak boleh diinapkan karena khasiatnya sudah berubah.

Nara sumber lainnya dari Disperindagtam, Tri Djoko Putranto menjelaskan, potensi alam Banyuwangi untuk raw material (bahan baku) jamu cukup tersedia, di samping juga pedagang jamunya juga berkembang cukup banyak. “Ini harus kita lestarikan. Bahkan harus ada kolaborasi antara petani penanam tanaman obat keluarga (toga) dengan pedagang jamu gendongan dan perusahaan-perusahaan jamu kemasan. Dengan begitu, ini tak hanya berdampak baik bagi kesehatan, tapi juga bagi perekonomian masyarakat Banyuwangi,”tandas Kasi Industri Logam, Mesin, Elektronika, Tekstil dan Aneka (ILOMETA) yang berkomitmen siap memfasilitasi para ibu yang serius dengan usahanya ini.

Dalam kesempatan itu, peserta juga diajak praktek langsung cara membuat jamu mulai dari bahan-bahan yang dibutuhkan, alat yang digunakan untuk memasak hingga teknik memasaknya. Wirausahawan dari Usaha Jamu Ayuk, Sumberejo, Banyuwangi dihadirkan untuk mengajari para ibu tersebut tata cara membuat jamu gendong.

Misalnya dalam pembuatan jamu beras kencur, yang perlu dilakukan adalah menyangrai kencur  bersama dengan beras. Sebelumnya beras telah direndam dahulu selama 3 jam. Setelah itu keduanya ditumbuk. Setelah lumat dicampurkan dengan asam jawa, jahe yang telah dipotong-potong dan  air  kemudian rebus. Perebusan dihimbau menggunakan panci stainless steel atau panci tanah liat. Dalam ramuan tersebut bisa ditambahkan gula jawa secukupnya dan sedikit garam. Setelah mendidih lalu disaring. Kemudian  tunggu agak dingin dan siap disajikan.

Sementara itu, salah satu peserta yang akrab disapa Nurhayati (50) mengaku senang mendapatkan kesempatan ikut pelatihan ini. “Saya pulang dari sini akan langsung mempraktekkan bikin jamu sendiri dan ke depannya akan terjun langsung menjadi wirausahawan jamu untuk mencukupi hidup saya bersama dua orang anak saya,” kata wanita yang sehari-hari bekerja serabutan untuk menyambung hidupnya.

Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan lomba membuat jamu yang pelaksanaannya direncanakan Jumat pagi (15/4) besok. Seluruh peserta pelatihan ini berkesempatan mempraktekkan ilmu yang didapat saat pelatihan. Dalam lomba tersebut mereka diwajibkan membuat 6 resep jamu sesuai yang didapat saat pelatihan.

Acara yang akan dihadiri oleh Ny. Dani Azwar Anas tersebut juga akan diwarnai dengan acara minum jamu bersama dan penyerahan alat-alat pembuatan jamu sebagai stimulan bagi para peserta agar lebih bersemangat memulai usahanya. (Humas)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :