Aktualisasikan Peran Alumni, IKSASS Rayon Banyuwangi Gelar Musyawarah Rayon
Kamis, 14 November 2013
KALIPURO – Sebagai bentuk aktualisasi peran alumni di tengah masyarakat, pengurus Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) selalu mengadakan pertemuan rutin dengan para alumninya. Selain untuk menjalin tali silaturrahim, ini juga sebagai bentuk representasi alumni Salafiyah Syafi’iyah dalam berkiprah di bidang organisasi, pendidikan dan kerakyatan. Begitu pula dengan Musyawarah Rayon (Musra) IV IKSASS Rayon Banyuwangi yang digelar Kamis (14/11) di Pondok Pesantren Sunniyah Salafiyah Tarimul Ghonna’, Desa Bulusan, Kecamatan Kalipuro.
Dalam Musra IV IKSASS Rayon Banyuwangi yang dibuka oleh Bupati Abdullah Azwar Anas tersebut, kurang lebih 250 alumni urun rembug dan bertukar pikiran untuk kemajuan IKSASS ke depan. “Terimakasih kepada kyai dan IKSASS yang telah berkontribusi penting bagi jam’iyah dan kemaslahatan masyarakat. Untuk menghindarkan generasi muda kita dari gempuran efek negatif kecanggihan teknologi dan pergaulan yang sudah sedemikian bebasnya, terus terang, pemkab tidak bisa sendiri. Perlu peran serta njenengan semua,”tutur Bupati Anas .
Namun, sungguh pun ada efek negatif yang ditimbulkan dari kemajuan teknologi, Bupati tetap menekankan pada para kyai dan alumni IKSASS bagaimana pentingnya mengkontekstualisasikan dakwah lewat perkembangan information technology (IT). “Kalau para kyai dan alumni IKSASS ingin menghemat waktu, tenaga dan biaya, ada cara efektif untuk menggelar rapat. Tidak harus bertemu dalam forum besar seperti ini. Caranya, bisa dengan mengaktifkan grup Black Berry Messenger (BBM) yang terkoneksi dengan orang-orang yang dituju, atau dengan What’s App jika audiensnya lebih luas,”urai Bupati Anas. Tapi bupati kembali menekankan agar kemajuan teknologi tersebut tetap disikapi dengan hati-hati, sebab keberadaannya juga bisa menjerumuskan generasi muda apabila disalahgunakan, misalnya untuk mengakses blue film.
Selain dijadikan sebagai media brain storming, kegiatan ini juga diwarnai dengan dialog ekonomi islam yang melibatkan alumni IKSASS dari kota lain seperti Sumenep, Situbondo dan Denpasar. Juga ada launching buku ekonomi islam dan tausiyah dari pengasuh ponpes Sunniyah Salafiyah Tarimul Ghonna’,KH. Achmad Azaim Ibrahimy. Sejumlah tokoh dan ulama besar juga hadir dalam kegiatan ini, diantaranya Habib Hasyim Abdullah Assegaf; KH. Afifuddin Muhajir; pengurus IKSASS Pusat Sukorejo, Asembagus; dan Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Achmad Fauzi. (Humas & Protokol)