Almarhumah Kasihati Terima Santunan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan

Jumat, 17 Januari 2014


BANYUWANGI - Almarhumah Kasihati, Kepala Desa Gambiran, yang beberapa waktu lalu baru saja berpulang ke rahmatullah, mendapatkan santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 22.200.000,-. Bantuan itu diberikan dalam upacara Hari Kesadaran Nasional yang dirangkai dengan bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2014, Jumat (17/01),  sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan atas pengabdian Kasihati semasa hidupnya.      

Dalam upacara yang dilangsungkan di Halaman Pemkab tersebut diserahkan pula secara simbolis perlengkapan K3 berupa helm, sepatu dan sarung tangan sebanyak 800 set untuk para pekerja konstruksi. Selain itu,  upacara yang dipimpin oleh Bupati Abdullah Azwar Anas itu  juga diwarnai dengan penyerahan penghargaan sekolah Adiwiyata Nasional 2013 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Penghargaan tersebut diberikan kepada SMAN 1 Banyuwangi, SMPN 1 Kabat dan SDN Model.

Secara khusus Bupati Anas mengatakan dalam sambutannya, moment  ini sekaligus merupakan pernyataan awal dimulainya K3 tahun 2014 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. "Kali ini adalah tahun ke-5 bagi bangsa Indonesia menuju Indonesia Berbudaya K3 tahun 2015. Tentunya aspek perlindungan ketenagakerjaan  perlu mendapatkan perhatian serius. Begitu pula dengan peningkatan kualitas tenaga kerja seperti pengoptimalisasian balai latihan kerja (BLK) dan kerjasama dengan perguruan tinggi maupun dengan pusat-pusat penyelenggaraan diklat lainnya,"ujar bupati.

Orang nomor satu di Banyuwangi itu meminta agar K3 tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tapi juga jadi tanggung jawab bersama masyarakat industri. Karena itu bupati mengajak seluruh stakeholders untuk mengupayakan K3 bisa berjalan dengan baik di Banyuwangi. "Jadikan K3 sebagai budaya di setiap kegiatan untuk mencegah kecelakaan kerja," pinta Bupati Anas.              

Tak hanya masyarakat industri yang diingatkan soal K3, mantan anggota DPR RI itu juga mengingatkan para karyawan karyawati pemkab tentang penerapan beban kerja bagi PNS. " Saya berharap perubahan ini bukan sekedar nomenclature (tata nama) saja. Semoga tahun ini ada perubahan mendasar, target-target kerja pemkab bisa ditingkatkan, dan tiap-tiap kepala SKPD bisa membiasakan rapat-rapat mingguan dengan para stafnya sehingga semua pekerjaan bisa  dilakukan  dengan baik.Dan harus ada inovasi-inovasi baru yang kita lakukan. Ke depan, Banyuwangi harus bisa lebih bersaing dan berdaya saing dengan kabupaten lain," pesan bupati dalam upacara yang dihadiri pula oleh Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Sekkab, pimpinan perusahaan,  instansi vertikal dan karyawan karyawati pemkab ini. (Humas & Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :