Anggota MPR RI Sosialisasikan Empat Pilar Demokrasi Ke Guru Se Banyuwangi.

Selasa, 24 Maret 2015


BANYUWANGI – Para guru se Kabupaten Banyuwangi mendapatkan penyegaran kembali tentang pemahaman nilai-nilai empat pilar demokrasi. Sosialisasi ini dilakukan oleh anggota MPR RI kepada ratusan guru yang tergabung dalam PGRI Banyuwangi di Pendopo Sabha Swagata, Selasa (24/3).

Para anggota MPR RI yang hadir yakni Drs. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si dari  fraksi PPP, Prof. Dr. H. Hamka Haq, MA dari fraksi PDIP, anton Sukartono Suratto dari fraksi Demokrat, Sri Wulan, SE dari fraksi Gerindra, dan Ahmad Subadri dari unsur DPD RI.

Ketua PGRI Banyuwangi, Husin Mattamin mengatakan terselenggaranya kegiatan sosialisasi empat pilar merupakan implementasi dari perjanjian kerjasama (MoU) antara MPR RI dengan pengurus besar PGRI pusat tentang implementasi empat pilar demokrasi yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. “Banyuwangi menjadi tempat pertama dilaksanakannya sosialisasi empat pilar ini oleh MPR RI” kata Husin.

Husin menambahkan, sosialisasi ini menjadi penyegaran kembali bagi para guru tentang nilai-nilai empat pilar demokrasi. Guru pun diharapkan bisa lebih menghayati materi tersebut dan bisa menyampaikannya kembali kepada para siswa di sekolah. “Kita ingin materi ini terus dipegang dengan kuat oleh para guru dan bisa disampaikan kembali kepada para siswa secara lengkap,” imbuh Husin.

Ketua tim sosialisasi empat pilar demokrasi  MPR RI, Zainut Tauhid mengatakan, dipilihnya Banyuwangi sebagai lokasi pertama penyampaian sosialisasi empat pilar karena tim sosialisasi MPR RI ingin memulai dari daerah yang berprestasi di bidang pembangunan. “Kami sudah lama mendengar tentang perkembangan pembangunan Kabupaten Banyuwangi. Karena itulah kita datang kesini,” ujar Zainut Tauhid.

Zainut Tahir juga mengungkapkan dipilihnya guru sebagai sasaran sosialisasi karena guru merupakan kelompok strategis yang memiliki kompetensi dalam meneruskan nilai-nilai Kenapa guru karena kelompok strategis memiliki kompetensi dalam meneruskan nilainilai dalam sosialisasi. “Sehingga kita harapkan para guru yang menerima sosialisasi ini bisa menyampaikan kepada murud-muridnya dengan baik,” ujar Zainut Thahir.

Zainut menambahkan, salah satu tujuan dilakukannya sosialisasi ini untuk mengingatkan kembali bahwa bangsa indonesia memiliki nilai dasar yang luhur yang disepakati dalam kehidupan berbangsa dan negara. Yakni Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai landasan hukum negara, NKRI sebagai bentuk negara dan bhinneka tungal ika sebagai semboyan indonesia. “Ini telah kita sepakati bersama dan harus  menjadi pijakan bersama,” cetus Zainut.

Nilai-nilai empat pilar demokrasi tersebut, lanjut Zainut, apabila dihayati dengan benar juga bisa menjadi senjata yang ampuh dalam melawan paham-paham yang mengikis nasionalisme. Seperti arus globalisasi yang kebablasan dan paham-paham radikal yang mengatasnamakan agama. “Penguatan nilai-nilai empat pilar demokrasi bisa mencegah globalisasi yang kelewat batas maupun paham-paham yang salah,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas menyambut baik kegiatan sosialisasi empat pilar demokrasi ini.  Bupati pun berharap dengan kegiatan ini pemahaman para guru terhadap empat pilar demokrasi semakin baik. “Kami harap kegiatan ini bisa berjalan baik dan sesuai dengan sasaran,” harap Bupati. (Humas Protokol)

 

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :