Antisipasi Laju Pertumbuhan Penduduk Banyuwangi, BPP-KB Gencar Sosialisasikan KB
Selasa, 10 Juli 2012

BANYUWANGI – Guna meningkatkan wawasan masyarakat Banyuwangi terhadap program KB dalam rangka menekan laju pertumbuhan penduduk, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP-KB) Kabupaten Banyuwangi gencar sosialisasikan KB lewat sosialisasi perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga, Senin (9/7), di Ruang Rapat Minak Jinggo, Kantor Sekretariat Daerah Banyuwangi.
Menurut Kepala BPP-KB, Mohammad Puajiwa, sosialisasi ini penting untuk terus dilakukan.“Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, jumlah penduduk Banyuwangi mengalami peningkatan sebesar 1.556.078 jiwa. Yakni meningkat 0,45 persen dari jumlah penduduk Banyuwangi tahun 2000 yang jumlahnya sebanyak 1.488.791 jiwa.
Jumlah itu, lanjut Puajiwa, masih tergolong aman jika dibandingkan dengan propinsi Jawa Timur yang laju pertumbuhannya sebesar 0,76 persen. Apalagi dikurangi dengan jumlah penduduk Banyuwangi yang bermigrasi dan meninggal dunia. “Tapi meskipun kita tergolong aman, kita tidak boleh ongkang – ongkang kaki. Sosialisasi pentingnya program KB ini harus terus gencar dilakukan,” tandasnya.
Mengenai keberhasilan program KB di Banyuwangi, Puajiwa mengatakan progressnya sudah cukup bagus. “Total Fertility Rate (Angka Kelahiran Total) Banyuwangi adalah 2,8, yang maksudnya dari tiap wanita lahir 2 orang anak. Artinya, setiap tahun mengalami peningkatan 7 – 8 ribu jiwa. Jumlah itu sama dengan jumlah penduduk satu desa,” ujar Puajiwa. Karena itu, lanjut Pua, sosialisasi semacam ini juga berfungsi untuk membina peserta KB aktif dan peserta KB baru, agar mereka tetap konsisten dengan program KB yang dijalani.
Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah, Slamet Kariyono yang membuka acara mewakili Bupati Banyuwangi mengatakan, 2011 lalu Banyuwangi masuk ranking ke -6 Jatim sebagai daerah yang berhasil menerapkan program KB. “Untuk tahun 2012 ini Pemkab menargetkan bisa mencapai peringkat 3 besar Jatim. Karenanya acara ini akan sangat mendukung program tersebut, guna mewujudkan keseimbangan antara kualitas dan kuantitas keluarga,” jelas Plt Sekda.
Kegiatan yang diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga ini ke-19 menghadirkan 160 orang peserta yang berasal dari tokoh agama dan tokoh masyarakat, instansi terkait serta para camat. Materi yang diberikan meliputi peran koalisi kependudukan dalam mengontrol jumlah penduduk, fenomena kependudukan di Indonesia, dan analisis kependudukan di Banyuwangi. Sedangkan nara sumber berasal dari Koalisi Kependudukan Jatim dan Badan Kesejahteraan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Propinsi Jatim.(Humas & Protokol)