Antisipasi Perubahan Status Raung, BPBD Susun Rencana Mitigasi Penanggulangan Bencana

Rabu, 26 Maret 2014


   
BANYUWANGI - Status Gunung Raung yang tidak menentu dan berubah-ubah dari siaga - waspada - awas  menuntut kewaspadaan dari berbagai pihak. Diperlukan kesiapan dan  tanggap bencana untuk meminimalisir dampak bencana dan jatuhnya korban jiwa jika gunung tersebut benar-benar meletus.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi melibatkan masyarakat sekitar lokasi terdampak letusan Gunung Raung untuk menyusun rencana mitigasi penanggulangan bencana, Rabu (26/3) Berbagai elemen juga dirangkul, antara lain unsur TNI/Polri, Babinsa Bhabinkamtibmas, para relawan (orari, Tagana),kades/ lurah, kepala dusun serta aparat kecamatan di 4 kecamatan terdampak bencana yakni Kecamatan Kalibaru, Glenmore, Songgon dan Singojuruh.                  
Dibuka oleh Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra Wiyono, mitigasi bencana merupakan upaya pengurangan resiko jika bencana terjadi. "Paling tidak kita belajar dari pengalaman Gunung Kelud yang letusannya mengarah kemana-mana. Jadi kita harus menyiapkan berbagai kemungkinan, bagaimana meminimalkan resiko jika Raung meletus," ujar Wiyono, yang menurutnya upaya peminimalisiran bisa dilakukan lewat 2 cara.
Yang pertama, dengan pendekatan struktural berupa pembangunan jembatan, perbaikan atau pembangunan jalan di lokasi bencana. Hal itu dimaksudkan agar bila bencana terjadi, evakuasi bisa berjalan lancar. Cara kedua adalah pendekatan non struktural, yaitu melalui simulasi atau penyuluhan kepada masyarakat. Mantan Kepala BPBD ini juga meminta para undangan yang hadir untuk mewaspadai berbagai bentuk bencana lainnya selain gunung meletus, mengingat Banyuwangi juga dikenal sebagai supermarket bencana. Seperti bencana kekeringan di musim kemarau yang sering menimpa Kecamatan Wongsorejo, juga angin puting beliung, banjir, longsor, dan tsunami.                                                            
Ditambahkan oleh Kepala Seksi Kesiapsiagaan -BPBD, Budiyono, SAP, diharapkan lewat diskusi nantinya muncul komitmen bersama dari para pihak, sehingga jika terjadi letusan, masing-masing pihak sudah memahami, siapa melakukan apa.        
Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari (26 - 27/3) di hall Hotel Ikhtiar Surya ini juga menghadirkan beberapa nara sumber yang kompeten di bidangnya. Antara lain Ir Agus Solihin dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Bandung, yang membawakan materi 'Mitigasi Bencana Letusan Gunung Api Raung'. Selain itu juga pemateri dari BPBD Provinsi Jawa Timur, Drs Sugeng Yanu Santoso yang menyampaikan dua materi sekaligus, yakni 'Mitigasi Gunung Raung' serta 'Pencegahan dan Mitigasi'. Nara sumber terakhir adalah Drs Bambang W dari unsur pengarah BPBD Provinsi Jatim yang membawakan tentang 'Implementasi Mitigasi Gunung Api Raung'. (Humas  & Protokol)


Berita Terkait

Bagikan Artikel :