April 2017, Terminal Green Airport Banyuwangi Beroperasi
Jumat, 20 Januari 2017
Banyuwangi – Terminal baru Bandar Udara Blimbingsari Banyuwangi akan segera beroperasi pada bulan April mendatang. Pernyataan ini disampaikan Direktur Bandar Udara, Direktorat Perhubungan Udara, Kementrian Perhubungan, Yudisari saat bertemu Bupati Abdullah Azwar Anas, di Kantor Pemkab Banyuwangi, Jumat (20/1).
Yudisari mengatakan, kedatangannya ke Banyuwangi dalam rangka melakukan pengecekan kesiapan operasional terminal Bandara Blimbingsari. Setelah melihat kondisi terminal yang mengambil konsep green airport ini, Yudi menargetkan terminal siap beroperasi pada April mendatang.
“Kedatangan kami ini untuk melakukan evaluasi dan verifikasi kesiapan terminal bandara yang telah dibangun oleh daerah. Menurut kami kondisinya sudah siap, tinggal sedikit saja yang perlu dilengkapi. Sudah bicara dengan Bupati, target kami April bisa dioperasionalkan,” kata Yudisari.
Dalam kesempatan itu, Yudisari menilai terminal baru Green Airport Blimbingsari mewakili desain bandara yang Indonesian Style. Untuk itu, bandara Blimbingsari telah menjadi percontohan pembangunan bandara yang khas Indonesian.
“Satu-satunya bandara dengan konsep Indonesian Style yang pernah dibangun. Terminal ini luar biasa, bagus sekali, sangat terasa Indonesianya. Terminal baru yang bagus ini akan menjadi percontohan nasional,” ujarya.
Bandara baru Blimbingsari Banyuwangi memiliki desain green building di mana bandara sangat meminimalkan penggunaan Air Conditioner (AC). Terminal ini memanfaatkan sirkulasi udara yang diatur dengan kisi-kisi, sebagai pendingin ruangan, yang dibantu aliran air untuk menyejukkan udara, disekeliling terminal. Selain itu, atap terminal berhamparkan rerumputan hijau, dan energi alami dimanfaatkan dengan mengatur pencahayaan matahari sebagai penerang ruangan di siang hari.
Bandara yang diarsiteki Andramatin, desainnya mengadopsi kearifan lokal, yaitu arsitektur khas Suku Osing, masyarakat asli Banyuwangi. Dimana Atap terminal mengadopsi penutup kepala khas masyarakat Suku Osing, udeng. Selain itu, terminal baru badnara Blimbingsari banyak menggunakan ornamen kayu yang juga dilengkapi dengan ornamen khas Banyuwangi. Bandara ini dibangun menggunakan dana APBD Banyuwangi sebesar Rp 40 Miliar.
Terkait dengan rencana direct flight Jakarta - Banyuwangi Yudisari mengatakan jika Bandara Blimbingsari telah siap untuk hal tersebut. Penebalan landasan bandara(overlay) untuk pendaratan pesawat Boeing yang akan dipakai pada penerbangan tersebut ditargetkan rampung pada bulan Maret besok.
“Sekarang sedang proses lelang overlay (penebalan PCN), Maret selesai. Dengan kondisi PCN dan panjang runway existing sudah bisa untuk didarati Boeing,” kata Yudisari.
Ditambahkan Kepala Bandara Blimbingsari Dodi Dharma Cahyadi, saat ini Bandara Blimbingsari memiliki runway sepanjang 2250 meter. Sepanjang 1800 meter di antaranya memiliki ketebalan PCN (pavement classification number) 27. Untuk mengakomodir pesawat Boeing PCN 27 akan ditingkatkan menjadi 40.
“PCN 40 sudah bisa dipakai sebagai landasan pesawat Boeing 737-500. Perpanjangan runway akan dilakukan pada 2018, supaya bisa menggunakan pesawat yang next generation seperti Boeing 737 800,” ujar Dodi.
Terkait dengan kesiapan terminal baru Bandara Blimbingsari, Dodi mengatakan pengelola bandara ikut berkontribusi dalam melengkapi menyediakan kelengkapan mebeler. Pihaknya juga melengkapi Ground Support Equipment (GSE) untuk membantu menghubungkan penumpang dari terminal menuju ke apron pesawat. “Kami pastikan semuanya akan siap di bulan April besok,”cetusnya.
Sementara itu Bupati Abdullah Azwar Anas menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian pada bandara baru Blimbingsari. “Kami terus berkolaborasi dengan kementrian untuk menyelenggarakan operasional bandara yang terbaik,” kata Anas.
Anas juga berterimakasih atas apresiasi dari pemerintah pusat terhadap konsep desain bandara Blimbingsari yang mengadopsi kekhasan lokal daerah. “Ternyata pemerintah pusat memberi sambutan yang sangat baik, sampai kami dijadikan model desain arsitektural bandara berbasis kearifan lokal. Hal ini membuat kami lebih semangat untuk pengembangan bandara yang lebih baik,” pungkas Anas.
Bandara Blimbingsari berdiri di atas lahan seluas 4 hektar dengan kapasitas 250 ribu penumpang. Setiap harinya, terdapat 3 flight yang melayani rute Banyuwangi - Surabaya pp.
Tercatat penumpang melonjak hingga 1.308 persen dari hanya 7.826 penumpang (2011) menjadi 110.234 penumpang (2015). Hingga November 2016, bandara tersebut telah melayani lebih dari 102.000 penumpang. (Humas)