Awal Agustus, Penyerapan Belanja APBD Banyuwangi Tembus 50 Persen
Selasa, 16 Agustus 2016
BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mengoptimalkan penyerapan anggaran untuk memaksimalkan peran APBD dalam menggerakkan perekonomian. Hingga awal Agustus, penyerapan APBD 2016 mencapai 50,03 persen.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, dalam situasi ekonomi yang penuh tantangan saat ini, penyerapan APBD cukup penting untuk menggerakkan perekonomian daerah. Gelontoran dana APBD melalui beragam pekerjaan dan belanja daerah bisa menjadi stimulan ekonomi warga.
"Sesuai arahan Presiden Jokowi, belanja daerah harus dipacu. Salah satu kunci pertumbuhan ekonomi saat ini memang ada pada belanja Pemerintah, mengingat situasi ekonomi belum sepenuhnya pulih sehingga swasta masih cenderung wait and see, oleh karena itu pemda harus optimal dalam penyerapan anggaran," ujar Anas.
Dia mengatakan, serapan APBD Banyuwangi saat ini sudah mencapai 50,03 persen dari total dana Rp2,8 triliun. Kinerja penyerapan anggaran ini lebih baik dibanding tahun lalu di mana pada periode yang sama penyerapan baru sebesar 43 persen. Hal menunjukkan satuan kerja di Pemkab Banyuwangi berusaha keras memacu kinerja agar tidak molor melakukan semua kegiatan yang telah ada di dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) masing-masing.
"Sejak awal tahun 2016, bahkan akhir 2015 lalu, memang saya bilang serapan harus dipacu karena kondisi ekonomi sedang penuh tantangan. Kalau APBD tak dipacu, ini akan susah. Selain itu, kami laksanakan berbagai strategi untuk menggerakkan ekonomi warga, di antaranya melalui pariwisata," ujarnya.
Dengan APBD yang terserap optimal, berbagai pekerjaan di masyarakat berjalan seperti pembangunan jalan, jembatan, sekolah, dan sebagainya. "Ada penyerapan tenaga kerja, ada duit yang berputar. Begitu juga program lain seperti pemberian beasiswa, bantuan alat ke UMKM, atau fasilitasi sanggar-sanggar seni, berarti ada uang yang dibelanjakam untuk berputar di warga. Ini sederhana, tapi konkrit," kata Anas.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Djajat Sudrajat menambahkan, pihaknya terus mendorong satuan kerja di Pemkab Banyuwangi untuk memacu kinerja programnya, yang otomatis berpengaruh ke peningkatan serapan APBD. "September ini pasti juga ada peningkatan signifikan untuk serapan anggaran karena beberapa pekerjaan besar sekarang sedang dalam proses lelang," ujar dia.
Djajat melanjutkan untuk mendorong maksimalnya penyerapan anggaran, BPKAD telah menerapkan sistem cash budget. Pada sistem ini , anggaran harus dicairkan sesuai dengan Dokumen Perencanaan Anggaran (DPA). Jika sampai lewat bulan, sistem akan otomatis mengunci anggaran, sehingga tidak bisa dicairkan. “Dengan sistem ini, mau tidak mau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus produktif. Ini mengajarkan Satuan Kerja agar membuat perencanaan dan eksekusi pekerjaan yang baik, tidak asal-asalan,” ujar Djajat.
BPKAD juga menggelar Klinik Akuntansi sebagai tempat berkonsultasi semua bendahara dan pengelola keuangan SKPD agar kinerja mereka semakin optimal dengan tetap tidak menyimpang dari peraturan. Dia menambahkan, dari sisi pendapatan daerah, per awal Agustus realisasinya mencapai 66,51 persen. "Penerimaan daerah masih sesuai target dan kami yakin bisa tercapai hingga akhir tahun," pungkasnya. (Humas)