Badan Diklat Provinsi Jatim Kembali Percayakan Banyuwangi Selenggarakan Diklatpim Pola Baru

Rabu, 8 April 2015


BANYUWANGI – Banyuwangi kembali diberi kepercayaan oleh Badan Diklat Provinsi Jawa Timur untuk menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan (Diklatpim) Pola Baru tahun 2015. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Kabupaten Banyuwangi, Slamet Kariyono saat membuka Diklatpim Tingkat IV angkatan 46 Pola Baru tahun 2015 di Gedung Diklat PNS Kecamatan Licin, Rabu (8/4).

“Kita patut bersyukur diberi kepercayaan oleh Badan Diklat Provinsi Jatim untuk menyelenggarakan Diklatpim Pola Baru ini. Bahkan berkat kepercayaan  ini, beberapa kabupaten/kota diminta oleh Badan Diklat Provinsi Jatim untuk benchmark ke Banyuwangi,” kata Slamet.

Ini adalah untuk yang kedua kalinya Banyuwangi dipercaya menyelenggarakan Diklatpim Pola Baru. Tiga  tahun lalu, ujar Slamet, untuk pertama kalinya Diklatpim Pola Baru yang digelar Banyuwangi dinilai Badan Diklat Provinsi Jatim sebagai yang terbaik di kabupaten/kota se-Jatim. “Banyuwangi mendapat kepercayaan ini karena Banyuwangi dinilai sudah memiliki sarana prasarana yang lengkap dan SDM yang mumpuni,”tandas Slamet.

Slamet mengaku, jabatan eselon IV ke depan seleksinya cukup ketat. Penerapan Diklatpim pola baru bagi eselon IV ini disebut-sebut akan membawa perubahan yang signifikan bagi para individunya. Mereka didorong untuk lebih kreatif, inovatif dan memiliki etos kerja yang lebih baik setelah mengikuti Diklatpim.

 “Pola baru ini tidak seperti pola lama yang dianggap punya beberapa kelemahan,” kata Slamet. Diantaranya, kelemahan kurikulum seperti mata diklat yang terlalu banyak, lebih menekankan pada aspek pengetahuan saja, dan  materinya kurang update dengan perkembangan yang terjadi. Selain itu lebih menekankan pada aspek manajerial sementara aspek kepemimpinan agak kurang tersentuh, metode pembelajaran tidak berbasis pengalaman lapangan atau di tempat kerja,  dan masih kurang menekankan pada sisi pembentukan karakter dan integritas peserta.

Slamet menambahakan, pola baru dirancang untuk membentuk pemimpin perubahan dengan model pembelajaran on/off campuss. On campuss  adalah model pembelajaran klasikal dengan menekankan penguatan wawasan kebangsaan dan integritas serta pembekalan kemampuan teori manajerial dan kepemimpinan. Sedangkan off campuss adalah model pembelajaran dengan pendekatan penerapan praktik kepemimpinan secara langsung di tempat kerja para peserta diklat.

Sistem on/off campuss yang dijalani selama 3 bulan ini meliputi 5 tahap. Tahap I on campuss, dimana peserta belajar pengembangan wawasan kebangsaan dan integritas. Di samping itu juga melkukan diagnosa kebutuhan untuk perubahan di kantornya. Tahap kedua off campuss, peserta kembali ke tempat kerjanya untuk memperdalam kebutuhan perubahan dan melakukan komunikasi dengan stakeholder. Pada tahap ini peserta sudah harus dapat menentukan topik perubahan.

Tahap 3, peserta kembali on campuss untuk merancang perubahan dan membangun tim. Di tahap ini peserta ditekankan pada penyusunan proposal proyek perubahan. Tahap 4  adalah laboratorium kepemimpinan dimana peserta kembali off campuss untuk mengimplementasikan proyek perubahan di tempat kerjanya. Keberhasilan peserta dalam diklat ditentukan pada tahap ini. Peserta harus mampu menyelesaikan proyek perubahan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada proposal proyek perubahan. Tahap 5, peserta on campuss untuk melakukan evaluasi. Disini peserta mempresentasikan hasil yang telah dicapai selama  ia menjalankan proyek perubahan pada tahap 4. Peserta yang dinyatakan berhasil lulus adalah yang mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam proposal proyek perubahannya.

“Saya berharap semuanya lulus dan bisa membuat proyek perubahan di masing-masing SKPD. Ini akan sangat membantu inovasi dalam kegiatan-kegiatan di SKPD,” harap Slamet.

Diklatpim IV ini dijadwalkan akan berlangsung mulai 8 April hingga 31 Juli 2015.  Diklatpim yang diikuti 40 peserta ini selain dihadiri oleh Sekkab,  juga dihadiri Kepala Bidang Diklatpim pada Badan Diklat Provinsi Jatim Bagus Pudjiono, serta Kabid Pengembangan Pegawai  BKD Kabupaten Madiun Yohanes Cahyono. BKD Kabupaten Madiun direncanakan akan melakukan benchmarking ke Kabupaten Banyuwangi pada 20 – 24 April mendatang terkait penerapan Diklatpim Pola Baru. Selain itu hadir pula Kepala BKD Banyuwangi Sih Wahyudi dan sejumlah kepala dinas. (Humas & Protokol)

 

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :