Bahan Bekas Jadi Dekorasi Unik di Banyuwangi Green & Recycle Fashion

Minggu, 20 Maret 2016


Banyuwangi - Tidak hanya menampilkan parade busana daur ulang, Banyuwangi Green & Recycle Fashion menjadi etalase pernak pernik dekorasi dari sampah plastik. Mulai dari pintu masuk, hiasan panggung, hingga tempat duduk dan meja undangan dibuat dari bahan bekas.

Dekorasi dari barang barang bekas menjadi pemandangan yang unik. Tema recycle plastik langsung terasa begitu sampai di pintu masuk event yang digelar di amphiteatre Pantai Boom, Minggu (20/3). Pengunjung disambut tirai cantik berbahan botol bekas yang terbuat dari minuman kemasan. Berikutnya ada gapura unik yang terdiri atas susunan botol bekas air mineral.

Tidak ketinggalan untuk dekorasi panggung, ada berbagai ornamen seperti tanaman yang berbentuk kaktus dari botol bekas berwarna hijau, rumbai-rumbai pelangi dan aneka bunga yang terbuat dari sedotan warna warni.

Di tenda penonton, aneka furniture juga berasal dari bahan bekas, mulai dari kursi penonton yg terbuat dari tong bekas dan kayu kapal yang sudah tidak terpakai serta meja tamu yang terbuat dari ban bekas. Selain itu juga ada tempat sampah apik yang terbuat dari karung dan plastik. "Lewat even fashion recycle ini kami ingin menggugah kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan barang-barang bekas khususnya plastik menjadi barang yang bernilai lebih. Sampah ternyata masih bisa berguna apabila dikelola dengan cara yang benar," kata Bupati Abdullah Azwar Anas pada acara Green and Recycle Fashion Week 2016. Banyuwangi Green & Recycle Fashion merupakan peragaan busana berbahan daur ulang.

Event ini merupakan upaya pemkab menggaungkan dan mengeduksi masyarakat pentingnya mengurangi, mengolah, dan mendaur ulang sampah. Acara ini menjadi event pembuka Banyuwangi Festival 2016. Even fashion yang bertemakan bahan daur ulang ini telah digelar untuk kedua kalinya. Tahun lalu tema yang diangkat adalah recycle kertas dan tahun ini recycle plastik. Diikuti oleh 300 peserta mulai tingkat TK, sampai SMA dan Umum, even ini mensyaratkan penggunaan 70 persen bahan plastik dan 30 persen bahan pendukung pada busana gaun malam yang ditampilkan.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Arief Setyawan mengatakan semua dekorasi daur ulang ini adalah hasil kreasi para ibu dasa wisma dan karyawan DKP. "Ini sebagai ajang display kreasi para ibu penggiat lingkungan. Mereka sekarang juga menampilkan kreasinya di pameran ini," ujar Arief. Acara yang digelar dari siang hingga malam hari ini juga diisi dengan pameran bahan daur ulang. Mulai dari kain lap dan keset dari kain bekas, tempat tisu dari bungkus kopi, hingga furniture kursi dan meja dari ban dan kayu bekas. (Humas)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :