Bangun Kebersamaan, Bupati Gelar Pertemuan Forum Lintas Agama

Jumat, 17 Mei 2013


MUNCAR – Untuk membangun kebersamaan antar umat beragama, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengadakan pertemuan dengan Forum Lintas Agama, Kamis (6/5). Sejumlah pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan di Wantilan (pendopo) Pura Agung Blambangan, Desa Tembokrejo, Muncar itu.

Di hadapan para tokoh agama itu, Bupati Anas  memohon dukungan dan doa restu terkait pelaksanaan kompetisi surfing di Pulau Merah pada 24 – 26 Mei mendatang. “Tanpa dukungan tokoh agama, tidak mungkin  ini akan terlaksana dengan baik,” ujar Bupati Anas yang juga menjelaskan bahwa international surfing ini hanya triger (pemicu), sebab ke depan yang dibidik adalah menjadikan dunia pariwisata Banyuwangi berbasis ecotourism.

 Spontan beberapa pemuka agama itu serentak menyatakan dukungannya atas upaya bupati tersebut.Tak mau kehilangan kesempatan, pertemuan ini juga dimanfaatkan para pemuka agama untuk berdialog dengan bupati. Misalnya  permintaan dari tokoh agama Hindu  untuk mengangkat guru agama Hindu lewat penerimaan PNS baru, lantaran telah banyak guru agama Hindu yang pensiun.

Menanggapi hal tersebut, Bupati menjelaskan, adanya moratorium memang berdampak pula pada pengangkatan guru agama. Namun menurut Bupati, pihaknya telah mengkomunikasikan ulang dengan Menpan terkait pencabutan moratorium tersebut, dan kini tinggal menunggu izin dari Menpan turun.

Pertanyaan lain datang dari tokoh agama Kristen. Selain mendoakan bupati agar diberi keselamatan dalam menjalankan tugas hingga di akhir masa jabatan, dirinya juga minta agar di tempat-tempat wisata juga dibangun tempat ibadah. Sehingga wisatawan tak sekedar bersenang-senang saja, tapi mereka juga bisa menjalankan ibadahnya.

 Tokoh Kristen lainnya juga mengungkapkan gagasannya untuk mendukung Banyuwangi Green and Clean. “Sekali-sekali Forum Lintas Agama perlu aksi bersama untuk lebih mengakrabkan diri, tak sekedar sarasehan saja. Saya mengusulkan agar pada saat peringatan hari jadi Banyuwangi nanti, sekalian menjalankan program green and clean, kita bersama melakukan bersih-bersih masal di pantai. Sebab ternyata masih banyak pedagang yang buang sampahnya di tepi pantai, sehingga ketika laut pasang, sampahnya terbawa ombak ke tengah,”usulnya. Meski tidak setiap hari, lanjutnya, namun setidaknya kita bisa membersihkan sampah yang berserakan di pantai pada hari itu, dan memberikan contoh yang baik pada pedagang disana agar tak buang sampah sembarangan.

Ungkapan setuju dilontarkan Bupati Anas atas usulan disediakannya tempat ibadah di dalam areal wisata. Begitu pula dengan aksi bersih-bersih pantai bersama. “Saya setuju dengan semua usulannya, dan  akan kami tindaklanjuti supaya bisa direalisasikan,”pungkas bupati. (Humas & Protokol)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :