Banjir Muncar Sudah Surut
Rabu, 8 Juni 2016
BANYUWANGI - Banjir yang menggenangi empat dusun di Kecamatan Muncar, Banyuwangi sudah mulai surut. Kendaraan pun kini sudah dapat melintas.
Dari pantauan Humas Banyuwangi di lokasi pada Rabu siang (8/6) air yang semula Rabu dini hari mencapai pinggang orang dewasa, kini sudah surut. Tinggi air hanya tinggal semata kaki saja. Sebelumnya wilayah itu tak bisa dilewati oleh kendaraan. Sekarang kendaraan sudah bisa melintas.
Sebanyak empat dusun di Kecamatan Muncar, Banyuwangi yang tergenang tersebut adalah Dusun Krajan Desa Kedungwringin, Dusun Krajan Desa Kedungrejo, Dusun Kabat Mantren Desa Wringinputih, dan Dusun Kedungdandang Desa Tapanrejo. Ke empat dusun tersebut berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Blambangan. Khusus Wringin putih, siang tadi masih terlihat genangan air lantaran dusun tersebut terkena imbas banjir Sungai Blambangan, juga mendapat kiriman banjir rob dari Pantai Muncar.
Dikatakan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi, Kusiyadi banjir ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Muncar selama empat jam. Hujan ini terjadi sejak Selasa malam pukul 23.00 WIB hingga Rabu dini hari pukul 02.30 WIB. Akibat hujan ini, permukaan air Sungai Blambangan meluap hingga puncak debitnya mencapai 255 meter kubik per detik.
“BPBD bersama Forpimka turun ke lapangan sejak malam tadi. Kami dapat kabar pukul 02.00 dini hari, satu jam kemudian staf kami sudah langsung turun ke lokasi,” ujar Kusiyadi.
BPBD pun langsung melakukan sejumlah tindakan. Mulai dari evakuasi warga, membantu korban, hingga upaya pengurangan genangan air. “Evakuasi hanya terjadi pada satu perempuan paro baya yang kebetulan rumahnya di pinggir sungai. Satu korban seorang perempuan juga meninggal akibat tersengat listrik saat banjir menggenangi rumahnya,” ujar Kusiyadi.
Koeban meninggal tersebut adalah Maisah (41) warga asal Dusun Krajan Desa Kedungringin, Muncar. Saat itu korban hendak menolong suaminya, namun tersengat listrik dari kabel kipas angin yang ada di dalam rumahnya.
Untuk mengurangi genangan banjir, lanjut Kusiyadi, pihaknya juga melakukan penyedotan di titik-titik yang genangan airnya cukup tinggi. Penyedotan dikonsentrasikan di dusun yang genangan banjirnya paling tinggi, yakni di Desa Kedungringin yang Rabu dini hari tadi mencapai 100 cm.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Guntur Priambodo mengatakan bahwa genangan air di Kedung Ringin tersebut dikarenakan luapan air akibat hujan deras selama empat jam tersebut membuat debit sungai naik terjadi overtopping, dan meluap melebihi tangkis Sungai Blambangan. Ini ditunjang pula pendangkalan di Sungai Blambangan.
“Kami akan segera membuat tangkis sungai pada titik-titik terendah, melebarkan jembatan Kedung Rejo, dan melakukan normalisasi Sungai Blambangan pada titik pendangkalan. Ini memang di luar dugaan kami, karena selama ini tidak pernah terjadi luapan sebesar ini,” ujar Guntur.
Ditambahkan Kusiyadi, akibat banjir tersebut mengakibatkan aspal jalan di Dusun Kedungdandang, Desa Tapanrejo tergerus sepanjang 50 meter. Di dusun yang sama, pagar jembatan ambrol. “Dari laporan Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan terdapat areal sawah yang tergenang banjir. Sawah padi seluas 2 hektar, tanaman kedelai 2 hektar, dan dan kebun buah naga 1 hektar,” ujar Kusiyadi. (humas)