Banyuwangi Batik Festival Marak, Melesat di Industri Nasional
Minggu, 29 September 2013
BANYUWANGI – Setelah sukses menggelar Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 7 September lalu, pemkab Banyuwangi terus mempromosikan potensi yang dimilikinya. Kini giliran menjual karya-karya batik khas Banyuwangi, dalam puncak pagelaran malam Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2013, yang digelar di Gedung Seni dan Budaya (Gesibu) Sabtu, (28/9).
BBF yang digeber di Gesibu ini berlangsung marak dan spektakuler. Ribuan masyarakat Banyuwangi dengan berkostum batik khas Banyuwangi menyemut menjadi satu di Gesibu untuk menyambut BBF 2013. Beragam motif dan corak batik digeber dalam BBF kali ini. Dalam BBF ini tidak hanya kain batik yang digelar, tetapi kain-kain batik disulap menjadi busana avant – garde hingga ready – to wear. “Lewat Festival ini, kami ingin membawa peminat batik, desainer, pelaku industri pakaian nasional hingga wisatawan untuk menyelami kekayaan batik Banyuwangi,” ungkap Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.
Sekitar pukul 18.00 WIB, arah menuju Gesibu yang terletak di jantung Kota Gandrung mulai macet. Antrean kendaraan mulai mengular di Jalan Dr Soetomo hingga ke Taman Blambangan. Sementara di dalam Gesibu sudah penuh sesak penonton yang akan menyaksikan BBF 2013. Mereka rela antre dan berdesakan hanya untuk menyaksikan event yang memang dibuat khusus untuk masyarakat Banyuwangi ini.
Selain masyarakat dengan kostum batik, BBF ini juga dihadiri tamu-tamu undangan dari kabupaten tetangga dan tokoh nasional yang datang dari Jakarta. Seperti rombongan dari Kementerian Koperasi RI, anggota DPR RI dan Deputi BKKBN Sudibyo Ali Moeso juga ada Kepala Daops 9, Jember PT KAI, Soejatmiko.
Even yang juga rangkaian Banyuwangi Festival (B-Fest) ini , dibuka dengan fashion show di atas catwalk oleh para model Kota Gandrung dengan menggunakan busana batik khas Banyuwangi yang dimodifikasi berbagai model baju. “Ternyata Batik Banyuwangi tak kalah keren dengan Batik nusantara yang telah dikenal orang. Kita hanya kurang sedikit memasarkan,” ujar Bupati Abdullah Azwar Anas tatkala membuka BBF 2013.
Yang menarik dari panggung BBF ini, ada model bule yang sanggup menyedot perhatian penonton. Dia adalah Ferreira Justino Karolyne, peragawati asal Brazil yang juga ikut berlenggak lenggok luwes di atas catwalk BBF 2013 ini.
Selain para model BBF 2013 diikuti lomba fashion show dari tingkat anak-anak, remaja hingga dewasa. Sedikitnya ada 150 peserta yang bergaya di atas catwalk. BBF ini juga diwarnai dengan lomba desain batik yang diikuti oleh Industri Kerajinan Masyarakat (IKM) Batik. Juga lomba membuat corak dan motif Batik Khas Banyuwangi.
Pada kompetisi desain ini, dihasilkan 96 karya yang terdiri atas 59 kategori pelajar dan umum. “Dari ajang ini dihasilkan 12 motif baru yang siap diaptenkan pemkab. Tentu hal itu memperkarya 22 motif yang sebelumnya terkenal di Bumi Blambangan. Selain itu kami juga punya misi yakni mempertemukan UKM di Banyuwangi dengan industri batik nasional . Ketika ini tercapai rasa bangga dan percaya diri terhadap batik khas Banyuwangi,” ujar Bupati Anas. (Humas dan Protokol)