Banyuwangi Borong Empat Penghargaan di HUT Prov Jatim

Rabu, 12 Oktober 2016


Banyuwangi Borong Empat Penghargaan di HUT Prov Jatim

SURABAYA – Pada peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang ke- 71 Banyuwangi memboyong empat penghargaan sekaligus dari Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Keempat penghargaan tingkat regional itu adalah kabupaten terbaik dalam kinerja pencapaian PIN Polio 2016, inovasi Pujaresa (Pengguna Jamban Sehat Rakyat Aman) yang diraih oleh Puskesmas Tampo. Penghargaan ketiga, Forum Kabupaten Sehat Lolos Tatanan Verifikasi Penilaian Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Provinsi Jatim 2016, dan berikutnya Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran sebagai desa terbaik kategori madya bidang inovatif lomba Desa/Kelurahan Tangguh Bencana Tingkat Provinsi Jatim Tahun 2016.

Penghargaan itu diserahkan langsung Gubernur Jawa Timur Soekarwo kepada Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko,  pada upacara Peringatan HUT Provinsi Jatim Ke- 71 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu(12/10).

Mendapat banyak penghargaan, Wabup Yusuf menyatakan bangga dan sangat senang. "Penghargaan adalah kebanggaan bagi kami. Ini bukti nyata kerja keras seluruh masyarakat Banyuwangi yang terus ikut mendorong kemajuan Banyuwangi hingga seperti sekarang ini,” ujar Wabup.

Dikatakan Wabup, Banyuwangi berhasil menjadi daerah dengan kinerja pemberian imunisasi polio terbaik di Jawa Timur karena cakupan pemberian imunisasi polio saat pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) beberapa waktu lalu di Banyuwangi mencapai 98,87 persen dari total sasaran.

“Banyuwangi meraih nilai tertinggi pada semua aspek penilaian, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring evaluasi (monev), hingga pelaporan kegiatannya,” kata Wabup.

Untuk program Pujasera, lanjut Wabup, inovasi ini  telah berhasil masuk kedalam TOP 35 Inovasi Layanan Publik oleh tim penilai Kementerian Pendagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan- RB). “Lewat program itu, masyarakat diedukasi untuk tidak buang air besar sembarangan, namun menggunakan jamban. Meskipun awalnya sulit, setelah program ini berjalan, warga yang BAB sembarangan telah banyak berkurang,” kata Wabup.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Widji Lestariono, menambahkan, program pujasera merupakan inovasi Pemkab Banyuwangi di bidang kesehatan yang mewujudkan masyarakat bebas buang air besar (BAB) di sembarang tempat alias Open Defecation Free/ODF.

“Sejak diluncurkan tahun 2014 hingga saat ini, sudah terwujud 2 desa ODF.  Jumlah kepemilikan jamban juga sudah menjadi 5.025 keluarga atau meningkat 386 persen dari sebelumnya yang hanya 1.034 warga,” ujarnya.

Ditambahkan dr Rio, terkait penghargaan kota sehat ini, Banyuwangi pada tahun 2015 lalu juga mendapat penghargaan Swastisaba kabupaten sehat dari Kementrian Kesehatan  (Kemenkes).

“Arti kota sehat, Banyuwangi telah memberikan banyak kontribusi dan komitmen besar terhadap tujuan pembangunan kesehatan. Dalam penerapan kota sehat, Banyuwangi telah lolos verifikasi empat tatanan. Yakni tatanan kawasan pemukiman sarana dan prasarana umum sehat serta tatanan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri.  Kawasan pariwisata dan sasaran lalu lintas tertib dan tatanan transportasi sehat,” pungkasnya. (Humas)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :