Banyuwangi Children Center Terus Tangani Problem Anak
Selasa, 19 Juli 2016
BANYUWANGI – Banyuwangi Children Center (BCC) yang dibentuk Pemkab Banyuwangi pada Mei 2016 lalu terus bekerja menangani berbagai permasalahan yang menimpa anak-anak di kabupaten tersebut. Sejumlah pengaduan, mulai dari kasus kekerasan fisik, verbal, seksual, hingga penelantaran, masuk ke SMS Center BCC dan telah diselesaikan.
”Ada yang diselesaikan dengan pendekatan hukum. Ada juga yang dengan pendekatan non-hukum, antara lain lewat konseling yang melibatkan tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Dinas Pendidikan,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Dia mencontohkan pada 13 Juli 2016 ada pengaduan masuk ke SMS Center BCC di nomor082139374444 tentang adanya seorang anak dari Kecamatan Muncar yang menjadi korban broken home. Pendidikannya menjadi terlantar. Tim langsung bergerak, dan kini yang bersangkutan yang sudah menjalani pendidikan secara normal di salah satu SMK.
”Tanggal 18 Juli ini, anak tersebut sudah masuk sekolah. Pendidikannya kembali normal,” ujar Anas.
Mantan anggota DPR tersebut menambahkan, BCC juga terintegrasi dengan Tim Gerakan Daerah Angkat Anak Putus Sekolah atau Garda Ampuh. Sehingga, jika kasus anak berimbas ke pendidikannya bisa langsung diselesaikan.
”Berbarengan dengan masuk pertama sekolah tanggal 18 Juli ini, BCC juga telah menormalkan kembali pendidikan tiga anak yang sempat mengalami masalah, yaitu anak di Kecamatan Muncar, Kalipuro, dan Rogojampi. Mereka sudah masuk sekolah,” ujar Anas,
Sebelumnya, BCC juga menangani kekerasan (pelecehan) seksual kepada seorang anak di wilayah Kertosari, Banyuwangi. Tim BCC mendapatkan laporan dari tetangga korban, lalu bergerak dengan melibatkan dokter puskesmas untuk memeriksa fisik korban dan tenaga psikolog untuk pendampingan psikologis agar korban pulih dari keguncangan jiwanya.
Anas menuturkan, BCC dibentuk untuk semakin menekan angka kekerasan terhadap anak, baik kekerasan fisik, seksual, maupun verbal. ”Ini efektif. Dulu, warga mau lapor kekerasan kan takut, sekarang cukup SMS. Kapan hari ada laporan masuk, ada anak dipukul pakai helm sama orang tua angkatnya. Yang lapor tetangganya. Sebenarnya tetangganya sering lihat, tapi baru berani lapor setelah ada SMS Center BCC. Langsung kita datangi, kasih pengertian dan penekanan agar hal-hal semacam itu tidak terulang. Ini sangat memudahkan. Kekerasan kepada anak adalah kejahatan luar biasa yang merenggut hak dan masa depan anak, yang harus dilawan bersama-sama,” ujarnya.
”Warga silakan simpan dulu nomor SMS Center-nya 082139374444. Barangkali dibutuhkan untuk pengaduan,” pungkas Anas. (humas)