Banyuwangi dan Bekraf Bersinergi Garap Ekonomi Kreatif Berbasis Desa

Rabu, 12 Oktober 2016


BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait kerja sama komprehensif untuk mengembangkan industri kreatif berbasis desa. Penandatanganan dilakukan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Kepala Bekraf Triawan Munaf di sela-sela pelaksanaan Banyuwangi Batik Festival, Minggu (9/10). 

Kepala Bekraf Triawan Munaf mengapresiasi inisiatif Banyuwangi yang getol mengembangkan ekonomi kreatif, termasuk memadukannya dengan sektor pariwisata. Pergelaran 53 event wisata dalam Banyuwangi Festival sepanjang tahun ini dinilai Triawan cukup mampu mendorong pergerakan ekonomi kreatif.

Bekraf, lanjut Triawan, akan mempercepat transformasi ekonomi kreatif di desa-desa di Banyuwangi. ”Tim nanti dikirim untuk blusukan ke desa-desa di Banyuwangi yang dijadikan pilot project, mereka membantu berbagai macam, mulai riset, edukasi, infrastruktur, akses permodalan, pemasaran, dan sebagainya,” ujar Triawan.

Anas mencontohkan, hampir semua pelaku ekonomi kreatif di desa tidak melakukan riset pasar, berbeda dengan di kota besar yang mudah melakukan riset dengan dukungan banyak lembaga. Di desa pula infrastruktur penunjangnya terbatas, seperti keberadaan komputer canggih dengan perangkat lunak desain terbaru.

Dalam pelaksanaannya, Bekraf mendampingi badan usaha di tiga desa yang menjadi pilot project pengembangan industri kreatif berbasis desa, yaitu Desa Tamansari Kecamatan Licin, Desa Gintangan Kecamatan Rogojampi, dan Desa Sumberbuluh Kecamatan Songgon. Bekraf akan membantu desa-desa tersebut dalam hal pengembangan dan peningkatan kualitas produk ekonomi kreatif melalui pelatihan, bantuan alat, permodalan, pemasaran, dan pendampingan. ”Komunitas di desa-desa pilot project itu akan dilibatkan,” ujar Anas. (Humas)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :