Banyuwangi Dinyatakan KLB Demam Berdarah, Bupati Kunjungi RSUD Genteng dan RS Al-Huda
Rabu, 28 Januari 2015
BANYUWANGI - Demam Berdarah (DB) dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di Banyuwangi sejak Senin kemarin, (26/1). Hal itu membuat Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melakukan kunjungan ke dua rumah sakit di wilayah Banyuwangi Selatan, Selasa (27/1), yang jumlah pasien DB-nya terbilang tinggi. Yakni RSUD Genteng dan RS Al-Huda.
Di RSUD Genteng,terhitung sejak Januari 2015, jumlah pasien DB sebanyak 35 kasus. Hal itu diungkapkan oleh Direktur RSUD Genteng, dr Indah S. Lestari saat mendampingi Bupati Anas. "Saat ini
tinggal 7 pasien yang kami rawat,"terang dr Indah. Datangnya musim hujan, tutur Indah, menjadi salah satu penyebab berkembang biaknya virus dengue yang ditimbulkan oleh nyamuk aedes aegepty.
"Ada 35 pasien yang kami rawat sejak Januari 2015. Usia mereka berkisar antara 9 bulan hingga 33 tahun,"kata dr Indah. Pucuk pimpinan RSUD Genteng itu bahkan mengakui pihaknya juga mendapati 2 pasien DB dengan tingkat kegawatan serius yang perlu penanganan khusus.
"Beberapa waktu lalu ada 2 pasien yang mengalami bleeding (pendarahan, Red) yang kami tangani secara khusus, sehingga kondisinya sudah normal kembali. Beruntung tidak ada kasus kematian,"katanya.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan Bupati Anas untuk berkeliling langsung melihat kondisi 7 pasien DB yang tersisa yang dirawat disana. Diantaranya pasien usia 10 bulan asal Desa Jatirejo,Purwoharjo bernama Noval Daniswara Aryasatya. Putra Hadi Wiyono dan Yuni Arikawati itu mengalami panas tinggi selama 4 hari dan sempat mengalami mimisan. Dia terindikasi DB pada hari ke enam, sebab tak langsung dibawa ke RS.
Selain Noval ada pula Yoga Prima (14 tahun) asal Genteng Wetan yang baru didiagnosa menderita gejala DB. Ada pula Laura Septalita (8 tahun) asal Desa Sukorejo dan Zahratussyifa (7 tahun)dari Purwoharjo.
Ditanya tentang kunjungannya kali ini, Bupati Anas mengatakan, kunjungannya ini penting untuk mengetahui lebih dekat kondisi pasien, tingkat penularan dan penyebabnya, serta langkah-langkah
penanggulangannya. "Pasien DB di Banyuwangi per Januari 2015 sebanyak 96 kasus. Sementara tahun lalu, di bulan yang sama, jumlahnya 22 kasus. Hal inilah yang menyebabkan Banyuwangi dinyatakan KLB DB.Yakni penderita DB-nya meningkat dua kali lipat dibanding sebelumnya,"jelas bupati.
Kabupaten Jember,lanjut bupati, tahun ini jumlah penderita DB-nya 228 kasus, tapi tidak dinyatakan KLB, sebab jumlah penderitanya tahun lalu yang sebesar 158 pasien tak sampai meningkat dua kali
lipat. "Kami melihat penyebarannya terlokalisir di 2 kecamatan, yakni di Purwoharjo dan Tegaldlimo,"tutur Bupati Anas. Penyebabnya mobilitas masyarakat yang tinggi membawa virus dari luar Banyuwangi. Hujan yang tidak menentu membuat perindukan yang subur untuk pertumbuhan nyamuk,
serta munculnya perindukan nyamuk di luar rumah yang berasal dari ban yang digunakan untuk penyangga tanaman buah naga. Ban tersebut ketika hujan datang menampung air hujan yang kemudian menjadi sarang bagi jentik-jentik nyamuk. Ironisnya, Kecamatan Purwoharjo dan Tegaldlimo
adalah daerah sentra penghasil buah naga.
Bupati Anas memastikan agar RS bekerjasama dengan Puskesmas yang ada untuk melakukan pemantauan di lapang. Mulai dari pemantauan jentik berkala dan pemberantasan sarang nyamuk, melakukan epidemiologi mencari penderita di masyarakat, melakukan fogging dan penyemprotan insektisida di masyarakat terdampak dari penderita yang ditemukan. Juga mempergencar promosi kesehatan melalui berbagai media dan kelompok masyarakat.
Tak hanya melihat kondisi pasien DB, Bupati Anas juga mengecek kondisi gedung RSUD Genteng yang saat ini tengah direnovasi tersebut. Sembari menyapa para pengunjung, bupati juga memastikan mereka mendapatkan pelayanan prima mulai saat mendaftar hingga dilayani di poli-poli yang dituju. Usai kunjungannya ke RSUD Genteng, bupati juga melihat kondisi pasien di RS Al-Huda yang jumlah pasien DB-nya 15 orang. (Humas & Protokol)