Banyuwangi Grand Champions Kinerja Politik di Otonomi Award 2014

Kamis, 27 November 2014


Surabaya – Kabupaten Banyuwangi mempertahankan tradisi juara pada ajang Otonomi Award 2014 yang diselenggarakan The Jawa Pos Institute of Pro otonomi (JPIP), di Empire Palace Ball Room, Surabaya, malam tadi (26/11).  Banyuwangi berhasil mengulang prestasi tahun lalu yang menonjol dalam kinerja politik.

Baru ketika disebut sebagai nominator kinerja politik bidang akuntabilitas, Kota The Sunrise of java ini  berhasil keluar sebagai pemenang. Tidak hanya itu saja, untuk kedua  kalinya Banyuwangi juga berhasil menyabet grand championship untuk kategori Daerah dengan profil menonjol kinerja politik lokal. “Sebenarnya konsep kami simpel. Seluruh hal baik maupun buruk akan kami tampung,” kata Bupati Abdullah Azwar Anas.

Pada malam penganugerahan Otonomi Award tersebut, Banyuwangi masuk beberapa nominasi penghargaan. Di bidang kesehatan, Banyuwangi masuk nominasi di bidang promosi kesehatan dan aksi pencegahan. Banyuwangi juga masuk nominasi di bidang pelayanan administrasi pemerintahan. Berikutnya, Banyuwangi masuk nominasi bidang terobosan ekonomi dan pemberdayaan. Namun di ketiga kategori tersebut, Banyuwangi belum berhasil meraih piala.

Sementara itu, dua piala otonomi award yang diraih tersebut sudah pernah diraih sebelumnya. Tahun lalu Banyuwangi juga berhasil meraih grand champion dalam kinerja politik pada ajang apresiasi tertinggi tahunan yang dianugerahkan kepada pemerintah daerah yang mampu melahirkan kebijakan kreatif dan inovatif para era otonomi derah.

Banyuwangi juga meraih penghargaan kategori khusus daerah dengan terobosan inovatif bidang pertumbuhan ekonomi dan penghargaan dalam partisipasi publik. Ketiga penghargaan tersebut mengantarkan Banyuwangi sebagai penyabet award terbanyak pada ajang yang dihelat di Surabaya tahun lalu.

Tahun lalu Banyuwangi mengandalkan sinergi yang baik diantara seluruh elemen, mulai tokoh masyarakat, tokoh agama, masyarakat luas, tokoh agama, masyarakat, Ormas, Tni, Polri hingga birikrasi. Kekompakan terjalin dengan baik antara sumber daya manusia (SDM) senior dan junior, smeua berpadu membangun Banyuwangi.

Penghargaan di kategori pertumbuhan ekonomi, partisipasi publik dan politik menunjukkan meningkatnya kinerja pembangunan di BAnyuwangi yang tumbuh dengan menggembirakan. Sebagai gambaran pada tahun 2010 pertumbuhan ekonomi (PE)Banyuwangi mencapai 6,22 persen di atas pertumbuhan nasional yang 6,1 persen. Pada tahun 2011 PE terus meningkat menjadi 7,02 persen, jauh melampaui nasional sebesar 6,5 persen. Pada 2012 PE naik lagi ke angka 7,27 persen, kembali melampaui PE nasional yang hanya 6,23 persen. (Humas Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :