Banyuwangi Green & Recycle Fashion, Kampanye Anti Plastik
Minggu, 20 Maret 2016
Banyuwangi - Kilau warna-warni menyorot indah di langit malam Pantai Boom, menandai puncak pagelaran Green and Recycle Fashion Week 2016.
Alunan tetabuhan berpadu dengan gerak lincah penari Jejer Gandrung semakin menambah kemeriahan rangkaian Banyuwangi Festival 2016 tersebut. Green and Recycle Fashion tahun ini sengaja memilih tema plastik sebagai bagian kampanye anti sampah plastik internasional. "Ini merupakan bagian dari kampanye anti plastik internasional dan juga di Indonesia," ungkap Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam malam puncak Green & Recycle Fashion, Minggu malam (20/3).
Sebagaimana diketahui bersama, sampah plastik merupakan jenis sampah yang sulit terurai. Oleh karena itu perlu kampanye yang masif untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. Di antaranya dengan mendaur ulang sampah plastik menjadi beragam peralatan multi fungsi. Pemilihan lokasi di Pantai Boom sejatinya mengandung pesan tersendiri dalam pengelolaan sampah plastik. Ada 8 juta ton sampah plastik di dunia ini yang terbuang di laut. Dan Indonesia menempati urutan kedua setelah Tiongkok dalam menyumbang produksi sampah plastik di dunia. Banyuwangi sendiri, sebagaimana data yang dilansir Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Banyuwangi, memproduksi 400 ribu ton sampah berbagai bentuk dalam setahun.
Sekedar diketahui, Green and Recycle Fashion 2016 ini diselenggarakan sejak Minggu siang dengan berbagai kategori. Dalam malam puncak tersebut, Green and Recycle Fashion Week menampilkan seratus talent yang terbagi dalam dua kategori, SMA dan umum. Untuk kelas umum diikuti oleh perwakilan kampus, instansi pemerintahan, swasta, PKK, dan kelompok masyarakat. (Humas)