Banyuwangi Ijen Summer Jazz Tampilkan Harvey Malaihollo, Shadow Puppets dan Balawan

Sabtu, 22 Oktober 2016


Banyuwangi Ijen Summer Jazz Tampilkan Harvey Malaihollo, Shadow Puppets dan Balawan & Batuan Ethnic Fusion

BANYUWANGI - Dalam sesi terakhirnya, Banyuwangi Ijen Summer Jazz akan menampilkan Balawan &  Batuan Ethnic Fusion, Shadow Puppets & Harvey Malaihollo, serta penampilan spesial dari Lalare Orkestra Banyuwangi. Mereka akan mengusung musik jazz yang menampilkan cita rasa Indonesia yang kuat.

Founder Jazz Gunung, Sigit Pramono selaku penyelenggara mengatakan bahwa ijen summer jazz yang digelar 3 kali dalam setahun menampilkan musisi dan seniman yang konsisten mengangkat musik Indonesia.

"Kurasi kami terhadap seniman yang akan tampil, adalah mereka yang kuat dalam mengangkat nilai seni Indonesianya. Mulai dari Nita Artsen, Kua Etnika. Hingga yang terakhir sekarang ada Balawan dan Shadow puppets yang kami nilai terus mengangkat kesenian Indonesia. Di Ijen Summer Jazz, musik tradisi memiliki kedudukan yang tinggi ," ujar Sigit saat konferensi pers yang digelar di Pendopo, Sabtu (22/10).

Balawan memadukan berbagai aliran musik dari jazz, rock sampai irama pentatonik Bali. Nantinya Balawan & Batuan Ethnic Fusion akan diperkuat oleh I Made Subandi, seorang maestro gamelan Bali dan Kanhaiya, pemain drum berusia 12 tahun.

"Visi musik kami adalah membuka wawasan kepada musisi tradisional agar jangan minder, karena musik tradisional itu sesunghuhnya indah. Kami juga ajak musisi muda main, untuk mempercepat proses regenerasi bermusik," ujar Balawan.

Sedangkan Shadow Puppets yang akan tampil bersama penyanyi legendaris Indonesia, Harvey Malaihollo. Shadow Puppets yang dikomandoi oleh Irsa Destiwi dan Robert MR berdiri pada akhir dekade 2000-an dan telah merilis tiga album.

Khusus untuk Ijen Summer Jazz nanti, Shadow Puppets akan membawakan lagu-lagu dari album terakhir mereka berjudul “Indonesian Songbook” yang direkam bersama Harvey Malaihollo.

Indonesian Songbook adalah album yang menghadirkan lagu-lagu mahakarya abadi Indonesia yang diciptakan di tahun 50-an dan 60-an dari berbagai pencipta lagu legendaris Indonesia dalam aransemen jazz yang modern. 

"Beberapa lagu di album “Indonesian Songbook” seperti ‘Nurlela’ ciptaan Bing Slamet, ‘Di Wajahmu Kulihat  Bulan’ ciptaan Mochtar Embut dan ‘Siapa Namanya’ ciptaan Ismail Marzuki, akan kami hadirkan. Selain tentunya lagu hits saya," ujar Harvey.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa konsep yang diusung jazz gunung ini sangat sesuai dengan apa yang dikembangkan Banyuwangi. Banyuwangi memiliki ragam seni dan budaya yang tinggi yang tentunya juga didukung seniman yang bertalenta, menurut Anas sangat pas digelar musik yang mengkolaborasikan musik tradisional.

"Lalare Orkestra akan tampil satu panggung dengan artis papan atas di Ijen Jazz Summer. Ini merupakan sebuah penghormatan dan penghargaan bagi seni tradisi Banyuwangi,” kata Anas.

Lalare Orkestra, merupakan kelompok musik yang berisi lebih dari 100 anak SD hingga SMP di Banyuwangi yang memainkan beragam alat musik tradisional seperti gendang, rebana dan angklung. Meskipun baru dibentuk tahun 2015 lalu, Lalare Orkestra berhasil mendapat penghargaan tingkat dunia dari Pacific Asia Travel Association (PATA), untuk kategori Heritage and Culture.

Ijen Summer Jazz malam ini merupakan konser jazz yang ke lima dalam rangkaian Banyuwangi Festival 2016. Pentas musik jazz di Banyuwangi dalam tahun ini mulai dari Banyuwangi Student Jazz Festival, Banyuwangi Beach Jazz Festival, dan Banyuwangi Ijen Simmer Jazz yang digelar 3 kali dalam tahun ini.

"Banyuwangi Festival mayoritas menampilkan seni budaya Banyuwangi. Jazz adalah penyedap dari beragam even di Banyuwangi Festival," pungkas Anas. (Humas)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :