Banyuwangi Jadi Nominasi Pilot Project Pusat Industri Berbasis TIK

Jumat, 18 September 2015


BANYUWANGI -  Transformasi kabupaten Banyuwangi sebagai daerah yang maju di bidang teknologi informasi mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Banyuwangi pun dipilih menjadi salah satu nominasi pilot project 5 pusat industri berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) oleh Kementrian Telekomunikasi dan Informatika.

Direktur Jendral Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Bambang Heru Cahyono mengatakan, program pusat industri berbasis TIK merupakan cara pemerintah untuk meningkatkan daya saing pelaku industri dan membuka jaringan pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan TIK.  “Potensi industri kita khususnya pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) sangat besar. Namun masih sedikit yang memiliki jaringan terhadap pasar potensial. Kita ingin memberikan peluang itu melalui peningkatan kompetensi TIK,” kata Bambang saat melakukan on site assesment Banyuwangi sebagai nominasi pusat industri berbasis TIK di aula Minak Jinggo, Jumat (18/9).

Berdasarkan data dari kementrian koperasi, kata Bambang  99 persen perusahaan Indonesia di semua sektor merupakan U MKM. Sektor ini mempekerjakan lebih dari 99 juta penduduk. Bahkan 59 persen GDP Indonesia berasal dari UMKM. “Namun jumlah enterpreneur ini baru sebesar 1,65 persen dari seluruh populasi penduduk nasional. Program kami ini salah satunya juga untuk menciptakan  generasi enterpreneur,” imbuhnya.

Banyuwangi dipilih sebagai salah satu dari 5 daerah  pusat industri berbasis TIK,  lanjut Bambang selain memiliki jumlah dan jenis UMKM yang potensial juga karena telah memiliki infrastruktur teknologi yang memadai. “Saya melihat Banyuwangi sangat maju, wifi sudah terpasang dimana-mana. Ini menjadi instrumen yang sangat mendukung dalam pengembangan pusat industri berbasis TIK,” kata Bambang .

Selain itu, lanjutnya, Banyuwangi juga memiliki keunggulan lainnya yakni  program smart kampung dimana pemanfaatan teknologi komunikasi telah digunakan untuk pemberdayaan desa dengan fokus diantaranya untuk mempermudah layanan pulik di desa (smart governance) hingga memajukan ekonomi masyarakat (smart economy). “Konsep pemanfaatan TIK di Banyuwangi sangat sesuai dengan program yang ingin kita kembangkan,” ujarnya.

Nantinya, dalam program pilot project pusat industri berbasis TIK tersebut, ada beberapa kegiatan yang akan dijalankan antara lain adalah pemberian fasilitas dan pembinaan teknis dan bisnis untuk UMKM, pendampingan penuh UMKM menjadi enterpreneur yang tangguh dan mandiri, dan membentuk UMKM menjadi e-UMKM.

“Selain itu  nanti kita juga akan membangun inkubator bisnis TIK dimana kita akan memberikan pembinaan untuk mempercepat keberhasilan pengembangan bisnis melalui rangkaian promgram seperti membuka jaringan pemasaran, pengembangan marketing, mentoring dan pelatihan bisnis sampai membantu manajemen dan pengelolaan perusahaan,” terang Bambang. (Humas Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :