Banyuwangi Mall Resmi Diluncurkan Menteri BUMN Rini Soemarno

Rabu, 20 April 2016


BANYUWANGI – Banyuwangi Mall resmi diluncurkan. Peluncuran digital market place dilakukan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dilakukan di Pendopo Kabupaten banyuwangi, Rabu (20/4).  Banyuwangi Mall merupakan situs belanja khusus bagi pelaku UMKM Banyuwangi yang beralamatkan di www.banyuwangi-mall.com.

“Saya sangat mengapresiasi terbentuknya Banyuwangi Mall. Dengan terwujudnya situs belanja online ini yang hasil sinergi antara BUMN dengan daerah, saya harapkan bisa meningkatkan pengembangan UMKM” kata Menteri Rini. 

Rini pun berharap upaya pemda untuk memasarkan produk UMKM secara lebih luas ini bisa meningkatkan kesejahteraan warga. “Semakin banyak produk terjual, tentunya sangat bagus. Apalagi sektor yang digarap adalah produk para pelaku usaha kecil, tentunya ini sangat bermanfaat bagi peningkatan kesejateraan,” ujar Rini.

Sebelum meluncurkan Banyuwangi Mall, Menteri Rini turut menyaksikan penandatangan perjanjian kerja sama antara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama Direktur PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Achmad Baiquni tentang pemanfaatan fasilitas jasa dan layanan perbankan serta dukungan pemasaran online untuk peningkatan sektor UMKM di Pendopo.

Banyuwangi Mall ini digagas Pemkab Banyuwangi dengan menggandeng PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Banyuwangi menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang memfasilitasi penjualan produk UMKM-nya melalui platform digital market place terintegrasi.

Pemkab Banyuwangi juga memfasilitasi pembentukan ”Rumah Kreatif” yang berada di Jalan Ahmad Yani sebagai pusat operasional Banyuwangi Mall. Di gedung ini, aktivitas mulai dari administrasi, penanganan order, pengiriman barang, hingga kegiatan kreatif seperti pemotretan produk dan desain grafis UMKM dilakukan.

UMKM yang akan masuk ke digital market place akan digodok di Rumah Kreatif ini. Akan diperiksa mutu dan kemasan produknya. Yang belum memenuhi syarat, misalnya perlu uji laboratorium keamanan pangan, akan diarahkan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mendapatkan fasilitasi uji laboratorium gratis.

Bupati Anas mengatakan Banyuwangi Mall dirancang untuk menjembatani antara produsen dan konsumen agar mereka bisa melakukan transaksi secara langsung tanpa perantara. UMKM Banyuwangi diyakininya bisa mendapatkan jangkauan pasar yang lebih luas dengan digital market place ini

Pemasaran berbasis online, sambung Anas, kini menjadi kebutuhan wajib untuk mendongkrak daya saing UMKM. Saat ini jumlah pengguna internet (netizen) terus meningkat. Jumlah pengguna pengguna internet (netizen) di Indonesia telah mencapai lebih dari 85 juta.

Tren belanja melalui internet juga terus meningkat. Berdasarkan riset Brand & Marketing Research (BMI), diperkirakan 24 persen pengguna internet di Indonesia adalah penyuka belanja online. Rata-rata pengeluaran mereka dalam berbelanja online setiap tahunnya mencapai Rp 825.000. Tahun 2014 nilai transaksi belanja online di Indonesia Rp 21 triliun, dan tahun 2015 lalu diprediksi naik dua kali lipat hingga hampir Rp 50 triliun. Data lain dari Euromonitor menyebutkan, nilai belanja online di Indonesia mencapai hampir Rp 15 triliun.

Pada tahap awal ini telah dipilih 28 pelaku UMKM Banyuwangi yang berhasil memenuhi standar kualifikasi tertentu untuk dipasarkan di Banyuwangi Mall. Dari jumlah UMKM itu, ada 165 item produk yang telah diunggah, dan ditargetkan 3.000 UMKM Banyuwangi masuk di situs belanja ini. Produk yang ditawarkan lewat market place ini antara lain paket tou wisata, produk perikanan dan olahannya, Selain juga ada produk pertanian dan olahannya, serta beragam kerajinan khas Banyuwangi.

Inisiatif pemkab memfasilitasi pemasaran ini disambut gembira oleh sejumlah pelaku usaha kecil. Salah satunya Anita Yuni yang selama ini menekuni pembuatan aksesori wanita dan produknya turut dipasarkan dalam Banyuwangi Mall.

Menurut Anita, langkah ini sangat membantu memasarkan produk-produknya. "Sangat bermanfaat sekali bagi kami, setahu saya tidak ada daerah yang turun langsung membantu memasarkan dengan cara yang kekinian seperti ini," ujar Anita yang mengusung brand Hijabox.

Anita pun optimis produknya lebih cepat dikenal dengan cara pemasaran model online ini. Target Anita setelah sukses menjual aksesoris ini, dalam waktu dekat akan segera memasarkan baju rancangannya lewat situs ini juga. (Humas)

 
 


Berita Terkait

Bagikan Artikel :