Banyuwangi Pamer Seni-Budaya dan UMKM di Surabaya
Sabtu, 12 April 2014
SURABAYA - Sejumlah atraksi seni-budaya dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Banyuwangi ditampilkan di Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, selama dua hari, Jumat-Sabtu (11-12/4/2014). Kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan awareness publik terhadap wisata dan UMKM di Banyuwangi. Pada pembukaan acara, Jumat malam (11/4/2014), Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf dan Bupati Abdullah Azwar Anas turut hadir.
"Kami bawa semuanya ini, ada produk olahan sayur, ikan, sampai temulawak produksi UMKM Banyuwangi. Ada juga batik, kerajinan, kuliner, dan banyak lagi. Saya harap laris dan bisa ada order jarak jauh karena sudah ada kartu nama dari UMKM-UMKM itu yang disediakan," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Selain bisa berbelanja, para pengunjung dihibur dengan berbagai kesenian Banyuwangi, seperti tari Jejer Gandrung, barong, Jakripah, dan masih banyak lagi.
Bupati Anas mengatakan, saat ini UMKM termasuk penopang gerak ekonomi Banyuwangi. Jumlah sektor UMKM di kabupaten berjuluk "The Sunrise of Java" itu mencapai sekitar 296.000 unit dengan penyerapan tenaga kerja 501.379 orang. Gelontoran kredit dari perbankan ke sektor UMKM Banyuwangi menembus angka Rp 1 triliun. Walhasil, sektor ini pun menjadi salah satu penyangga bagi gerak perekonomian di Bumi Blambangan.
"Pemkab Banyuwangi sudah ada MoU dengan perbankan terkait fasilitasi kredit ke UMKM. Jadi sektor ini bisa mudah mendapat akses pembiayaan, sehingga usahanya bisa tumbuh," ujarnya.
Selain dorongan pembiayaan, fasilitasi berupa pendampingan dan promosi giat dilakukan. Secara berkala, ada pendamping dari dinas terkait melakukan pelatihan manajemen pemasaran, manajemen pemasaran, dan diversifikasi usaha. "Bahkan ada materi penataan toko untuk UMKM yang bergerak di sektor perdagangan biar toko mereka nyaman dan tidak kalah bersaing dengan ritel modern yang memang sudah kami batasi pertumbuhannya," jelas Bupati Anas.
Pendampingan pemasaran berbasis online juga dilakukan. Di Banyuwangi, ada komunitas pegiat teknologi informasi yang dilibatkan untuk melatih dan mendampingi UMKM yang ingin membangun pemasaran via online.
"Dari sisi produk, UMKM kami dorong punya nilai tambah. Nelayan misalnya, tidak hanya cari ikan dan dijual, tapi sebagian ada yang diolah jadi kerupuk atau bakso ikan. Sudah banyak produknya, sebagian kami bawa dipamerkan di Surabaya ini," ujarnya. (Humas Protokol)