Banyuwangi Pastikan Stok Pangan Aman Selama Ramadhan
Jumat, 26 Mei 2017
Banyuwangi – Banyuwangi memastikan stok bahan pangan selama Ramadhan tercukupi. Mulai dari beras, daging ayam, telur, daging sapi, hingga cabai dijamin ketersediannya di pasaran.
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Kabupaten Banyuwangi sekaligus Ketua TPID, Djajat Sudrajat mengatakan stok pangan di Banyuwangi akan tercukupi. Sejumlah bahan pangan yang tren komsumsinya tinggi saat Ramadhan seperti cabai dan daging ayam, lanjut Djajat, stok daerah masih bisa memenuhi kebutuhan konsumsi warga.
Seperti daging sapi, saat ini jumlah produksi perharinya sebanyak 6.000 kg, sedangkan konsumsi masyarakat rata-rata hanya 4.000 kg/hari. Untuk daging ayam produksi perhari Banyuwangi 10 ribu kg, tingkat konsumsinya sebanyak 8.000 kg. Sedangkan telur ayam, produksi perharinya 24 ribu kg, konsumsinya sebanyak 22 ribu kg.
“Daging sapi dan daging ayam dalam jumlah yang mencukupi, stoknya biasanya juga akan ditambah sebanyak 5-10 persen dari jumlah produksi saat ini mendekati Idul Fitri. Sementara untuk telur, akan ditopang oleh pasokan dari luar Banyuwangi,” kata Djajat saat rapat tim pengendali inflasi daerah yang berlangsung di Dam Setail, Kecamatan Genteng beberapa waktu lalu.
Selain itu salah satu komoditas penyumbang inflasi yakni cabai merah besar dan cabai rawit saat ini jumlahnya juga berlimpah. Pada bulan Mei ini, Banyuwangi panen cabai merah besar sebanyak 673 ton, dan bulan Juni mendatang diperkirakan akan panen kembali sebanyak 698 ton. "Cabai rawit ada ketersediaan sebanyak 693 ton. Pada bulan Juni besok akan ada panen lagi dari lahan seluas 1030 hektar. Jadi kami perkirakan cukup," jelas dia.
Djajat mengatakan tim TPID juga akan memonitor harga 9 bahan pokok logistik seperti beras, telur, daging dan sebagainya melalui videotron di ruang publik, agar tidak terjadi permainan harga dalam transaksi jual beli. "Kami mengimbau masyarakat agar melakukan konsumsi sesuai dengan kebutuhan keluarganya saja. Tidak perlu berlebihan ataupun membeli dalam jumlah yang berlebih. Didukung upaya di atas, kami harapkan kenaikan harga tidak terjadi signifikan,” ujarnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banyuwangi Ketut Kencana menambahkan selama ramadhan stok elpiji dipastikan aman, termasuk stok elpiji 3 kilogram di Banyuwangi. Jika biasanya Banyuwangi mendapatkan jatah 65 ribu-75 ribu tabung gas perharinya, jumlah tersebut akan ditambah sebanyak 10 persen selama ramadhan.
“Selain itu kami akan menggelar pasar murah bekerja sama dengan pengusaha, pedagang retail dan stake holder terkait. Pasar murah ini akan digelar di 6 titik selama Ramadhan," jelas dia.
Sementara itu, Kepala Bulog Subdivre Banyuwangi R Gunadharma menyampaikan terkait pengamanan stok pangan jelang ramadhan, pihaknya telah menggelar program stabilisasi harga pangan. Sejumlah komoditas bahan pokok, mulai beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, bawang putih, hingga bawang merah akan dijual di bawah harga pasaran. GSP akan dilakukan dengan membuka bazar tetap maupun bazar keliling menggunakan kendaraan khusus.
"Bazar tetap akan telah digelar sejak 17 Mei 2017 lalu. Setiap hari di tiga titik yaitu di depan Gedung Juang, Pasar Blambangan dan Pasar Banyuwangi. Serta di tiga gudang Bulog yaitu gudang Rogojampi, Genteng dan Srono. (*)