Banyuwangi Pemasok Susu Segar Ke Pabrik Nestle

Kamis, 5 Februari 2015


BANYUWANGI – Setelah meninjau tandon air bersih di Desa Grogol dua hari lalu, Bupati Abdullah Azwar Anas kembali melanjutkan kunjungan kerjanya (Kunker)  ke wilayah barat. Kali ini sasarannya peternak sapi perah yang mampu kirim susu segar ke Pabrik Susu Nestle. Juga ke Puskesmas Pembantu (Pustu), usaha rumahan dan jalan hotmix di wilayah Kecamatan Genteng.

Kunjungan kerja yang dilakukan Kamis (5/2), dimulai dari Pustu Genteng Wetan yang baru selesai dibangun. Di Pustu yang memiliki bangunan ruang periksa, pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta unit rawat jalan ini, Bupati meminta kepada petugas medis ini memberikan pelayanan yang bagus kepada masyarakat. Melihat bangunan puskesmas baru, Bupati juga sempat mengingatkan kalau membuat bangunan lagi, agar lebih tinggi dan lantainya minimal harus setengah meter dari jalan. Sehingga kalau hujan datang, air tidak bisa masuk.

Usai meninjau puskesmas pembantu, Bupati juga sempat melihat pasar hewan yang kurang terawat. “Biar kelihatan bagus dan bersih, pasar hewan ini perlu dipagar dan dipaving,” ujar Bupati saat meninjau pasar hewan yang  berada di sebelah Pustu.

Setelah meninjau pasar hewan, Bupati juga mengunjungi usaha pembuatan paving dan kolam ikan. Bupati sangat terinspirasi dengan pengusaha rumahan yang produktif  serta pengusaha kolam ikan hias. “Mereka para pembuat paving ini sangat hebat, sehari diam-diam bisa untung Rp 200 ribu. Ini bisa dikembangkan masyarakat. Mungkin saya sedang mempertimbangkan bagi kelompok-kelompok tertentu untuk mendapat bantuan alat pembuat paving ini. Saya juga semakin terdorong bagaimana pavingisasi ini menggantikan hotmix di desa-desa,” kata Bupati Anas.

Untuk pengusaha kolam ikan ini, Bupati juga sangat senang karena petani perikanan bisa berinovasi tanpa mengandalkan perikanan laut tetapi budidaya air tawar.  “Untuk petani ikan, tahun ini kita telah memberikan bantuan kolam, pembibitan ikan hias dan konsumsi sebesar Rp 180 juta, dengan ini  ke depan harapan kami mereka tidak hanya mengandalkan perikanan laut, tetapi perikanan budidaya,” ujar Bupati Anas.

Masih di wilayah Genteng, Bupati juga meninjau sejumlah jalan yang telah di hotmix. “Untuk jalan telah banyak yang kita bangun dan Banyuwangi sangat luas sehingga masih ada usulan yang minta jalannya diperbaiki,” kata Bupati Anas.

Sasaran kunker terakhir, Bupati meninjau cooling unit (alat pendingin susu, red) senilai Rp 450 juta yang diberikan kepada peternak sapi perah, yang ada di Dusun Wadung Dolah, Desa Kaligondo. Di tempat peternak sapi perah ini, Bupati melihat langsung susu produksi tiga kelompok tani (Sumberlumintu, Susu Seger Kita dan Maton) yang dimasukkan cooling unit.

“Dengan bantuan ini secara otomatis hasil susu kami bisa langsung dikirim ke Nestle. Sebelumnya kami mengalami kesulitan karena harus mengirim ke pengepul induk dan kita tidak bisa langsung kirim ke pabrik susu. Tetapi dengan bantuan ini kita langsung bisa kirim ke Nestle,” kata Mohammad Nur Fathoni, ketua kelompok peternak sapi perah Sumberlumintu. Dengan adanya mesin pendingin tersebut, dalam sehari Fathoni biasa mengirim susu segar ke Pabrik Susu Nestle, sebanyak 500 – 600 liter susu. Susu-susu ini diproduksi dari 40 ekor sapi.

Melihat kesuksesan peternak sapi ini, Bupati Anas menyatakan puas, karena mereka bisa memasok susu segar ke Pabrik Susu Nestle. “Untuk peternak sapi ini, kita telah memberikan bantuan beberapa cooling unit   dan pakan sekitar Rp 2 milyar ke kelompok peternak. Semestinya bantuan ini cukup, hanya perlu ada inovasi dan produktivitas dari masyarakat untuk menumbuhkan populasi ternak sapi. Dengan begitu susu yang dihasilkan nantinya juga semakin banyak. Dan Banyuwangi bisa jadi produsen susu terbanyak,” ujar Bupati Anas. (Humas & Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :