Banyuwangi Peringkat II di Pekan Seni Pelajar

Kamis, 4 Juni 2015


Banyuwangi- Kabupaten Banyuwangi berhasil menorehkan hasil positif dalam ajang Pekan Seni Pelajar Provinsi Jawa Timur ke VII pada 2015. Banyuwangi menyudahi even dua tahunan ini dengan mengemas poin 70 dan nangkring di urutan II dari 38 kabupaten/kota se Jawa Timur. Hasil ini cukup baik mengingat pada even yang sama tahun 2013 lalu, Banyuwangi finis di peringkat IV.
 
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Sulihtiyono, mengatakan prestasi moncer ini berkat kerja keras sekolah-sekolah untuk menggencarkan dan mengefektifkan ekstrakulikuler seni kepada peserta didik. “Kegiatan yang dulu tidak kental dengan seni, sekarang kita tekankan pada seni. Sehingga muncul beberapa sekolah yang mencetak prestasi di tingkat nasional, seperti SDN Kepatihan  yang tampil di Istana Negara dan sekolah lainnya. Dengan pengalaman ini, kita bisa naik dua tingkat, dari urutan empat ke dua, ” kata Sulihtiyono disela-sela penutupan PSP Jawa Timur ke VII di Gesibu Blambangan, Rabu (3/6).
 
Di ajang ini, Kota Surabaya keluar sebagai juara pertama dengan mengemas poin 82. Kemudian berturut-turut disusul oleh Kabupaten Banyuwangi (70 poin), Kota Probolinggo (58 poin), Kabupaten Sidoarjo (49), dan Kabupaten Tulungagung (38 poin).  Menurut Sulihtiyono,  Surabaya merupakan saingan terberat karena banyak institusi seni dan budaya yang berdiri di sana. Namun demikian, ia optimistis Banyuwangi  berhasi menjadi juara umum pada PSP Jawa Timur ke VIII tahun 2017 mendatang.
 
Pihaknya telah merancang supaya universitas dan poltek di Banyuwangi ke depan perlu ikut mendukung pengembangan seni budaya. “Jadi ada wahana mengembangkan seni. Ekstrakulikuler seni di sekolah-sekolah juga terus ditingkatkan, karena ini bagian membentuk karakter bangsa lewat seni,” ujarnya.
 
Adapun secara umum pelaksanaan PSP kali ini, kata dia, boleh dibilang berjalan sukses dan tidak ada kendala berarti. Ia pun tidak mempersoalkan peserta yang bermalam di sekolah-sekolah. “Mereka enjoy karena pada dasarkan sudah berjiwa seni. Kami juga meminta maaf atas pemindahan venue yang mendadak karena bersamaan dengan Porprov Jatim, ini demi keberlangsungan semuanya. Kami siap seandainya Banyuwangi ditunjuk lagi sebagai tuan rumah Pekan Seni Pelajar 2017,” kata Sulihtiyono.
 
Kepala UPT Pendidikan dan Pengembangan Kesenian Sekolah pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Evi Wijayanti, mengapresiasi dan bangga atas keberhasilan Banyuwangi menyelenggarakan PSP ke VII. Kesuksesan semakin lengkap setelah melihat antusiasme masyarakat Banyuwangi menyambut ajang ini.
 
“Banyuwangi sangat welcome. Bagaimana dukungan masyarakat dan jajaran pemda mempersiapkan akomodasi dan fasilitas. Ini menunjukkan anak-anak Banyuwangi punya apresiasi tinggi terhadap seni budaya. Banyuwangi salah satu barometer seni dan budaya di Jawa Timur. PSP ini juga kegiatan seleksi untuk tingkat nasional,” ujarnya.
 
PSP ke VII merupakan kali kedua Banyuwangi ditunjuk sebagai tuan rumah, setelah PSP ke I pada 2003. Evi berharap keberhasilan Kabupaten Banyuwangi bisa menginspirasi kabupaten/kota lain untuk meningkatkan pembelajaran dan memperkenalkan seni budaya lokal di setiap daerahnya. “Semoga pada PSP tahun 2017 kami dapat pelayanan seramah ini. Kami sangat berterimakasih dan semoga bisa terus dikembangkan,” kata Evi.
 
Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widiyatmoko, berharap para peserta seni pelajar bisa membawa cerita positif perihal Banyuwangi tatkala kembali ke kabupaten/kota asal. Ia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Pemprov Jawa Timur yang menunjuk Banyuwangi untuk menggelar tiga even sekaligus dalam waktu yang hampir bersamaan, yakni MTQ, PSP, dan Porprov Jatim.
 
“Even ini jadi kehormatan bagi kami. Kami akan semaksimal mungkin menyiapkan segala akomodasi. Kami ucapkan selamat bagi pemenang, semoga ajang ini bisa jadi penjaga warisan seni dan budaya,” ujar Wabup Yusuf. 
 
Pekan Seni Pelajar memperlombakan 10 cabang seni yang terdiri atas lukis, patung, samproh, desain batik, tari, baca puisi, musikalisasi puisi, paduan suara, teater tradisi, dan pawai budaya. Peserta mulai tingkat SD hingga SMA. (humas protokol)


Berita Terkait

Bagikan Artikel :