Banyuwangi Raih Penghargaan Bidang Pengelolaan Air Bersih
Kamis, 12 Maret 2015
Surabaya - Banyuwangi kembali ukir prestasi. Kali ini kabupaten berjuluk the sunrise of java ini mendapat penghargaan di bidang pengelolaan air bersih dari kementrian dalam negeri. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Mentri Dalam negeri, Tjahyo Kumolo di Balai Kota Surabaya, kamis 12 Maret..
Dikatakan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar anas, penghargaan di bidang pengelolaan sanitasi ini diberikan lantaran Banyuwangi dinilai mampu memberdayakan masyarakat untuk mengelola air minum. Pengelolaan air minum ini dilakukan oleh kelompok masyarakat yang tergabung dalam Himpunan Penduduk Pengelola Air Minum (HIPPAM).
"Pemda bertugas membangun sarana dan prasana air bersihnya, selanjutnya pengelolaannya kita serahkn ke HIPPAM. Mereka yg mengatur bagaimana air bersih ini bisa terdistribusi ke rumah-rumah penduduk. Di sini poin pemberdayaan masyarakat kita dinilai berhasil," kata Anas.
Ditambahkan Anas, sinergis semacam ini telah dilakukan selama 3 tahun terakhir. Pemda mendanai pembangunan sarana air bersih, mulai dari membangun sumur bor, tempat penampungan air, hingga jaringan induk air bersihnya. Selebihnya, kata Anas, HIPPAM yang membangun jaringan air ke rumah penduduk. "Hippam bersama masyarakat bertanggung jawab untuk mengelola dan mengembangkannya. Mereka pun secara otomatis berusaha menjaga lingkungan sekitarnya agar sumber air tetap mengalir, salah satunya ya dengan aktif menanam pohon," kata Anas.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga & Cipta Karya Ir. Mudjiono menambahkan pemda telah membangun 114 sarana bangunan air bersih di seluruh Banyuwangi, yang masing-masing telah dikelola Hippam. Bangunan ini tersebar di seluruh wilayah banyuwangi, namun difokuskan pada daerah yang rawan kekurangan air bersih seperti wilayah yang tandus, pegunungan, dan tanah yang teksturnya lempung.
Hingga tahun 2014 ini, lanjut Mudjiono, sudah ada 49.828 rumah penduduk yang saluran air bersihnya menginduk di 114 sarpras bangunan air bersih ini. "Pelanggan hippam ini jauh lebih banyak dibanding pelanggan PDAM yg 44.121 selama tahun 2014. Memang kami telah sinkronisasi dengan PDAM lokasi mana saja yang masing-masing akan kita kembangkan," ujar Mudjiono. (Humas protokol)