Banyuwangi Sebar 500.000 Ikan dan Udang di Sungai-Sungai

Senin, 29 Mei 2017


 Banyuwangi - Mengembalikan fungsi sungai sebagai stok  ikan, Banyuwangi menebar ratusan ribu ekor dan udang. Sebanyak 500.000 benih ikan konsumsi dan udang disebar ke sungai-sungai di 14 kecamatan di Kabupaten Ujung Timur Pulau Jawa ini.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahan Pangan (Disperipangan) Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo mengatakan kegiatan penebaran benih ikan di sungai ini merupakan aktifitas restocking jumlah ikan di sungai. Kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan keanekaragaman jenis ikan di sungai sekaligus upaya pengendalian lingkungan.

"Penebaran benih ini dilakukan sebagai upaya mempertahankan stok ikan di sungai selain itu juga untuk mempertahankan kelestarian sungai, karena diharapkan dengan banyaknya ikan disungai masyarakat akan ikut menjaga kebersihan sungai-sungai ," kata Hary, Sabtu (27/5).

Hary mengatakan Jenis benih ikan yang ditebar sendiri merupakan ikan bernilai ekonomis yang bisa dibudidayakan seperti tombro, nila dan lele dan patin. Tebar benih ikan bernilai ekonomis tersebut juga menjadi cara untuk peningkatan stok ikan yang dapat ditangkap oleh masyarakat yang tinggal di sekitarnya. “Ikan-ikan ini nantinya kalau sudah besar bisa ditangkap dan dikonsumsi oleh masyarakat sekitarnya,” ujar Hary.

Kegiatan penyebaran ikan tersebut melibatkan Muspika dan masyarakat setempat. Ini agar ada edukasi pada masyarakat untuk turut menjaga kebersihan sungai. Kegiatan ini juga sebagai tindak lanjut dari festival kali bersih yang telah dilakukan di Banyuwangi. Dan upaya menjadikan sungai sebagai bagian penting dari wajah daerah.

"Apabila masyarakat tahu sungainya ditebar benih ikan, mereka juga akan terdorong untuk menjaga kebersihan sungai," kata Hary.

Hary menambahkan, perairan umum seperti sungai, mempunyai posisi yang strategis dan berfungsi multi guna. Di Banyuwangi selain dimanfaatkan sektor perikanan, juga dimanfaatkan untuk pariwisata.

Banyak sungai di Banyuwangi yang menjadi obyek wisata warna-warni. Pelengsengan sungai dan tembok-tembok rumah yang menghadap ke sungai kini berwarna-warni, dan bisa menjadi obyek wisata baru. (*)

 

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :