Banyuwangi Siap Gelar Green and Recycle Fashion Week

Jumat, 13 Maret 2015


BANYUWANGI –  Rangkaian acara Banyuwangi Festival 2015 terus berlanjut. Kini giliran Festival Green and Recycle Fashion Week yang akan dihelat pada Sabtu (14/3) di Pantai Boom, Kota Banyuwangi.

Festival Green and Recycle Fashion Week menjadi festival ke empat yang digelar oleh pemerintah daerah. Sebelumnya telah digelar 3 festival yakni Festival Bedah Rumah, Festival Toilet Bersih dan  Indonesia Fashion Week (IFW) yang menampilkan Batik Banyuwangi.

 Festival Green and Recycle Fashion Week, menampilkan parade fashion yang memanfaatkan limbah daur ulang menjadi pakaian yang ready to use. “Festival ini memang unik dan berbeda. Tidak hanya fashion mainstream yang kita tampilkan, tapi recycle fashion juga kita adakan sebagai bagian dari kepedulian kita pada lingkungan,” kata Bupati Abdullah Azwar Anas.

Selama ini, banyak masyarakat yang belum memahami cara memanfaatkan sampah yang bisa di daur ulang seperti kertas atau plastik. Padahal dengan sedikit kreatifitas,  sampah tersebut bisa menjadi produk baru yang memiliki nilai lebih. “ Kita ingin menunjukkan kepada masyarakat kalau sampah juga bisa disulap menjadi produk baru yang bernilai seni dan ekonomi. Kita kemas dalam even fashion agar masyarakat khususnya anak muda lebih tertarik untuk berpartisipasi dan terlibat dalam kreasi daur ulang,” ujar Anas.

Sementara itu Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Arief Setiawan menambahkan, festival Green and recycle fashion week ini akan diikuti oleh ratusan pelajar dan mahasiswa se Kabupaten Banyuwangi. Mereka akan beradu kreatifitas menampilkan fashion recycle terbaik yang akan dinilai oleh dewan juri. “Penampilan fashion recycle di atas panggung nantinya akan dinilai oleh dewan juri untuk menentukan fashion yang paling unik dan menarik,” kata Arief.

Fashion yang ditampilkan pada kali ini, lanjut  Arief  harus memenuhi kriteria yang ditetapkan yakni terdiri atas 70 persen kertas dan 30 persen bahan lain. Untuk kertas bisa kertas koran atau kertas lainnya  sedangkan bahan lain bisa memanfaatkan  plastik atau kain perca.   “Untuk tahun ini kriterianya memang dominan kertas,” cetus Arief.

Arief melanjutkan, untuk venue even fashion recycle,  Pantai Boom akan disulap menjadi catwalk  yang tidak kalah unik. Panggung catwalk akan dihiasi dengan pernak-pernik yang terbuat dari bahan-bahan daur ulang. Kursi undangan para penonton juga akan terbuat dari ban bekas yang disulap menjadi dudukan cantik. Sampai goody bag para tamu juga terbuat dari bahan recycle. “Kita akan memaksimalkan pemanfaatan bahan daur ulang pada even ini,” kata Arief.

Arief menambahkan, sebelum Green and recycle fashion week digelar di Pantai Boom, pada malam hari sebelumnya, Jumat (13/3) juga akan digelar fashion on the street di depan Pemkab Banyuwangi. Tema yang diangkat masih sama yakni fashion recycle tapi pesertanya cukup istimewa yakni karyawan Pemkab, instansi vertikal tim penggerak PKK dan perwakilan ibu-ibu dasawisma.

“ Kita ingin semua pihak terlibat dalam aksi peduli lingkungan lewat fashion recycle. Kegiatan ini juga agar gaung fashion recycle semakin terasa,” cetus Arief. (Humas Protokol)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :