Banyuwangi Siapkan Diri Sambut Berdirinya Universitas Airlangga

Jumat, 14 Februari 2014


BANYUWANGI – Banyuwangi bergegas menyiapkan diri setelah ditasbihkan menjadi satu-satunya kabupaten  yang dijadikan akses filial Universitas Airlangga (Unair) Surabaya atau dibukanya perkuliahan mahasiswa Unair di Banyuwangi. Hal itu terjadi, setelah adanya pertemuan antara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, bersama Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Rektor Unair, Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kamis malam (12/2) di Ruang Kerja Kemendiknas membahas pembangunan filial Unair di Kabupaten Banyuwangi.

Dikatakan Bupati Anas, dalam prosesnya, akuisisi pemerintah pusat terhadap perkuliahan Unair di Banyuwangi cukup singkat. Dalam pertemuan tadi malam, kata Bupati, yang menjadi keputusan terakhir bersama  para petinggi penyelenggara penddikan di Indonesia dan Tim dari Unair salah satunya, track recordnya yang bagus, resources (sumberdaya, red) daerah cukup, informasi positif yang terus berlangsung hingga infrastruktur yang mendukung,  membuat Banyuwangi dipilih pemerintah pusat menjadi wilayah pengembangan akses filial Unair Surabaya. Pertimbangan lain, Banyuwangi sudah cukup membuktikan eksistensinya dengan diresmikannya perguruan tinggi negeri di Banyuwangi yang tak lain Politeknik Negeri Banyuwangi.  “Sungguh ini sebuah cita-cita panjang dalam mendorong Banyuwangi tumbuh,” ujar Bupati Anas bangga.

Selanjutnya, untuk menyiapkan perkuliahan Unair yang rencananya mulai tahun ini melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)), pemkab akan siapkan infrastrukturnya. “Dalam satu minggu ke depan ini akan terus kami lakukan koordinasi terkait surat-surat administratif dan perbaikan gedung-gedung yang akan digunakan sebagai tempat perkuliahan,” ujar Bupati Anas.

 Sebagai ruang kelas, sementara waktu, kata Bupati Anas, akan digunakan beberapa ruang kelas SMAN I Giri. SMAN I Giri ini cukup representatif untuk sementara, karena selain ada beberapa bangunan yang memenuhi standart kampus juga banyak gedung-gedung yang bisa dijadikan sarana perkuliahan. Salah satunya, gedung teater yang mirip-mirip di ITB.  “Ada enam ruang kelas yang telah dipersiapkan di SMAN I Giri untuk mahasiswa baru dengan program studi yang masih dirumuskan pihak Unair. Dalam jangka panjang, pemerintah akan siapkan lahan untuk pembangunan kampus Unair dengan luas minimal 100 hektar di wilayah Banyuwangi,” kata Bupati Anas.

Terkait program studi yang akan dibuka di Banyuwangi, lanjut Bupati Anas, sepenuhnya menjadi kewenangan pihak Unair. “Bukan wewenang kami membuat program studi. Sebagai daerah kita berharap program studi yang dibuka sesuai potensi yang kita miliki. Misalnya, ada Akuntansi Manajemen, Perkapalan, Pertanian dan Pariwisata,” ungkap Bupati Anas. (Humas & Protokol)

                                                                                  

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :