Banyuwangi, Titik Awal Pra Muktamar ke-33 NU
Rabu, 29 April 2015
BANYUWANGI - Ribuan jamaah Nahdlatul Ulama (NU) menyemut di pelataran Gesibu, Kota Banyuwangi, Selasa malam (28/4). Mereka datang dari empat penjuru kabupaten, yakni Bondowoso, Situbondo, Jember, dan Banyuwangi untuk mengikuti sosialisasi pra Muktamar ke-33 NU .
Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, mengatakan Banyuwangi dipilih karena ingin memberikan penghargaan atas kemajuan-kemajuan positif di Banyuwangi. "Selain itu, kita ingin berangkat dari timur, karena matahari terbit dari timur. Di Jawa Timur ada 9 titik sosialisasi pra Muktamar ke-33 NU dan berakhir di Kabupaten Tuban," kata Saifullah Yusuf disela-sela sosialisasi, Selasa malam (28/4).
Saifullah Yusuf mengatakan, persiapan muktamar ke-33 NU pada 1-5 Agustus 2015 di Jombang telah mencapai 75 persen. Pihaknya kini fokus mempersiapkan akomodasi bagi para peserta yang akan ditampung di empat pondok pesantren. Karena itu, ia mendorong empat pondok pesantren segera berbenah. "Kami akan bantu mempersiapkan toilet terutama untuk peserta. Kami harapkan saat pertengahan bulan puasa sudah selesai," kata pria yang juga menjadi Ketua Panitia Daerah Muktamar ke-33 NU ini.
Peserta muktamar diprediksi mencapai 3 ribu orang ditambah 50 ribu orang penggembira. Selain menampung muktamirin, kata dia, empat ponpes sekaligus dijadikan sebagai tempat sidang komisi. Adapun sidang pleno, pembukaan, dan penutupan muktamar digelar di alun-alun Jombang. Bagi penggembira akan disediakan tempat khusus bershalawat dan aktivitas lain untuk memantau jalannya muktamar.
Pihaknya akan menggandeng media massa untuk menyebarkan setiap peristiwa di muktamar. Selain itu, panitia menggelar bazaar di sekitar arena muktamar. "Semoga Muktamar berjalan tertib dan lancar. Ada tiga sukses yang ingin dihasilkan, yakni sukses hasil, penyelenggaraan dan NU tetap bisa memelihara dan menjaga Indonesia," kata Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf.
Menurut Gus Ipul, muktamar kali ini membawa tema besar: Meneguhkan Islam Nusantara untuk Membangun Peradaban Islam Indonesia dan Dunia. Tema ini dipilih karena saat ini dunia Islam sedang prihatin dipicu oleh konflik dan sengketa yang membawa korban jiwa, diantaranya teror ISIS dan pertikaian di Yaman.
"Maka Islam Indonesia diharapkan menjadi inspirasi bagi peradaban dunia. Islam yang kita kenal adalah Rahmatan lil alamiin, Islam jalan tengah, Islam yang mempertemukan agama dengan kultur yang dibangun panjang oleh para ulama dan pendiri bangsa," ujarnya.
Oleh karena itu, pihaknya berusaha meyakinkan melalui semua instrumen NU dan mencoba mengajak masyarakat untuk menjaga situasi yang sudah kondusif. Menurut dia, Indonesia telah menjadi negara yang disepakati oleh para pendiri bangsa. Produk dari kesepakatan itu, kata Gus Ipul, juga berbentuk hukum yang dijadikan pegangan bersama.
"NU berusaha untuk mengajak dan meyakinkan pihak-pihak yang belum tuntas keindonesiaannya untuk kita kokohkan menjadi bagian tak terpisahkan dari Indonesia. NU jelas menentang paham-paham yang berbeda, kita ingin memberikan harapan baru tentang persatuan," kata Gus Ipul.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengucapkan terimakasih kepada pengurus PBNU yang memilih Banyuwangi sebagai titik awal sosialisasi Pra Muktamar ke-33 NU . Ia berharap sosialisasi sesuai target dan memberikan makna luar biasa bagi Muktamar NU. "Kiai-kiai dan tokoh-tokoh NU ini juga ingin membuktikan testimoni tentang Banyuwangi. Alhamdullilah mulai siang sudah ada yang datang. Mudah-mudahan para tamu pra Muktamar NU ini bisa berkenan," ujar Bupati Anas.
Kegiatan yang dilangsungkan di Gesibu Banyuwangi berakhir hingga menjelang tengah malam. Selain diisi dengan sosialisasi tentang muktamar, para warga Nahdliyin juga dihibur oleh grup musik religi akulturatif asal Kota Gudeg, Ki Ageng Ganjur. Mereka juga sempat menyaksikan bersama-sama film 'Sang Kyai'. Kehadiran penyanyi Fadly 'Padi' juga menjadi daya tarik tersendiri. Fadly bahkan juga menyanyikan beberapa lagu untuk melepaskan rasa rindu penggemarnya akan suaranya yang khas dan berat namun enak didengar itu. Pra muktamar ini juga dibanjiri para tokoh, antara lain Bupati Situbondo, Wakil Bupati Bondowoso, dan para kyai serta alim ulama dari berbagai daerah. (Humas & Protokol)