Basarnas Berikan Penghargaan pada Bupati Anas dan Tim SAR Gabungan Operasi Penyelamatan KMP Rafelia 2
Selasa, 24 Mei 2016
Basarnas Berikan Penghargaan pada Bupati Anas dan Tim SAR Gabungan Operasi Penyelamatan KMP Rafelia 2
BANYUWANGI – Sebanyak 401 orang yang dinilai terlibat dalam operasi SAR kecelakaan KMP Rafelia 2 di Perairan Selat Bali mendapatkan penghargaan dari Badan Search And Rescue Nasional Nasional (Basarnas). Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas adalah salah satu penerima penghargaan tersebut.
Ratusan penerima tersebut terdiri dari penyelam jajaran pangkalan TNI Angkatan Laut Banyuwangi sebanyak 50 orang, para penyelam di bawah binaan TNI AL 24 orang, pusat latihan maritim Baluran ada 38 orang dan kepada ratusan relawan SAR independen Banyuwangi.
Penghargaan juga diberikan pemkab Banyuwangi mulai Bupati Banyuwangi dan Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPPD). Selain juga diberikan pada jajaran TNI Angkatan Darat dan kepolisian hingga relawan nelayan yang ikut terlibat dalam evakuasi tersebut.
Penghargaan dari Basarnas ini diserahkan langsung Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI Felicianus Henry Bambang Soelistyo, di Banywuangi, Selasa (24/5). Penghargaan ini diserahkan saat pembukaan rapat koordinasi dan pelatihan potensi SAR se Jawa Timur.
Diaktakan Bambang bahwa penghargaaan ini diberikan sebagai wujud apresiasi Basarnas akan kerja keras para tim gabungan dalam operasi SAR tenggelamnya Kapal Rafelia 2 di Selat Bali pada 4 Maret 2016 lalu.
“Ini sebagai reward kami atas kerja sama dan partisipasinya dalam mengevakusi korban kapal Rafelia 2 yang tenggelam beberapa waktu lalu. Mereka yang mendapatkan ini adalah para pahlawan yang luar biasa. Karena itu atas partisipasinya kami memberikan penghargaan ini,” ujar Bambang.
Salah satu relawan SAR penerima penghargaan adalah Wagimin (28). Pria yang berasal dari SAR Bangsring, Kecamatan Wongsorejo ini, mengaku cukup terharu saat menerima penghargaan ini. “Sebenarnya ini sudah merupakan kewajiban kami. Bisa menolong korban kapal tenggelam adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi saya. Tapi alhamdulilah dikasih penghargaan,” kata Wagimin, usai menerima penghargaan.
Wagimin pun sempat menceritakan proses evakusai korban KMP Rafelia 2 yang cukup rumit dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Wagimin harus menyelam ke perairan Selat Bali hingga kedalaman 30 meter di atas permukaan laut. Itu pun dilakukan selama empat hari untuk menyisir korban KMP.
Bambang menambahkan, untuk itulah pihaknya menggelar rakor SAR se-Jawa Timur di Banyuwangi ini sebagai bentuk apresiasi terhadap ketanggapan semua pihak yang terlibat dalam operasi SAR kecelakaan KMP Rafelia 2 di Perairan Selat Bali.
Rakor ini diikuti dari berbagai unsur SAR dari wilayah kerja SAR Jawa Timur ini. Di antaranya anggota dari pusat pelatihan tempur Marinir di Karangtekok Situbondo, anggota di satuan polisi air Bondowoso, tim SAR independen dan para life guard se-Banyuwangi, dan relawan SAR.
Selain rakor, Basarnas juga menggelar pelatihan water rescue bagi 60 relawan SAR yang ada di Banyuwangi. Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari 24 – 26 Mei yang akan mengambil lokasi di Pantai Boom dan Kolam Renang GOR Tawangalun.
“Pada intinya ini kami ingin meningkatkan kesiagaan empat komponen SAR, Basarnas, jajaran TNI/Polri, pemda dan potensi tim SAR yang ada di masyarakat Banyuwangi akan penanggulangan bencana khususnya di perairan laut,” ujar Bambang.
Hadir dalam kesempatan tersebut Deputi Bidang Potensi SAR, Marsda Sudipo Handoyo, Direktur Sarana dan Prasarana, Marsma Wahyu A, Direktur Pusat dan Latihan, Brigjen TNI (Mar) Ivan Ahmad Rizki dan Kepala Pusat Data dan Informasi, Kol.Adm. Latif Ainul Yaqin. (humas)