Baznas Targetkan Rp 3 Miliar Perolehan Zakat dari PNS
Selasa, 19 April 2016
Baznas Targetkan Rp 3 Miliar Perolehan Zakat dari PNS
BANYUWANGI - Mendukung langkah pemkab dalam pengentasan kemiskinan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyuwangi akan mengoptimalkan sejumlah potensi perolehan zakat. Zakat tersebut nantinya akan didistribusikan pada warga miskin, melengkapi program yang telah digagas pemkab.
Menurut Ketua Baznas Banyuwangi Samsuddin Adlawi, lembaga pengelola zakat ini akan mendukung Unit Gawat Darurat (UGD) pengentasan kemiskinan yang digagas pemkab. Dalam keterlibatannya dengan UGD, Baznas akan ikut memberikan bantuan kepada warga yang kurang mampu, terutama mereka yang tidak memiliki akses langsung ke pelayanan publik karena masalah administrasi.
"Baznas selama enam bulan terakhir ini, telah menyalurkan zakat secara langsung kepada warga miskin. Misalkan kepada warga baik bidang pendidikan, kesehatan,yang belum mendapatkan kartu BPJS, serta pemberian modal bagi pedagang sayur yang hafal qur,an, tukang jahit, dan juga para difabel," ujar Samsuddin
..
>
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyuwangi,menargetkan perolehan zakat dari PNS dan masyarakat bisa mencapai Rp 3 miliar di tahun 2016. Target ini disampaikan Ketua Baznas Kabupaten Banyuwangi, Samsudin Adlawi, saat Sosialisasi Baznas kepada seluruh SKPD, Pemkab Banyuwangi di Aula Rempeg Jogopati, Senin (17/4).
>
> Sosialisasi ini dihadiri Sekkab Slamet Kariyono, Asisten Administrasi, Pembangunan dan Kesra, Wiyono dan seluruh SKPD. Mulai Kepala dinas, badan, kantor, camat dan lurah se Kabupaten Banyuwangi.
>
> Menurut ketua lembaga pengelola zakat ini, tercapainya target tersebut diharapkan bisa terpenuhi dari para PNS. Mengingat jumlah PNS di Banyuwangi cukup banyak. Kami minta PNS mau membayarkan zakatnya melalui Baznas. Karena belum semua membayarkan zakatnya lewat Baznas.
>
> Ditambahkan Samsudin, hasil evaluasi Baznas, setoran zakat PNS masih relative kecil. Karena selain yang setor masih atas nama SKPD belum per orang, rata-rata juga masih kategori infaq, belum zakat kalau dilihat jumlah gajinya.
>
> Hingga per Maret 2016 ini, hasil penghimpunan Baznas telah mencapai sekitar 400 juta lebih, dan telah terealisasi sekitar 70 juta. Dari realisasi ini, telah dibagikan kepada para mustahiq (penerima zakat), yang ada di Banyuwangi. Diantaranya,biaya pendidikan kaum dhuafa, fakir miskin dan pemberian modal bagi pedagang sayur yang hafal qur,an, tukang jahit, difabel dan pedagang kaki lima.
>
> Selain kepada mustahiq, Baznas juga akan mendukung Unit Gawat Darurat (UGD) pengentasan kemiskinan yang digagas Pemkab Banyuwangi. Dalam keterlibatannya dengan UGD Baznas akan ikut memberikan bantuan kepada warga yang kurang mampu. Baik bidang pendidikan, kesehatan,memberikan modal kepada warga miskin hingga mencukupi biaya dasar hidup warga tak mampu, seperti sandang, pangan dan papan.
>
> “Baznas tidak ingin ada saldo dari dana yang dihimpunya, saldonya harus nol. Kalau sudah nol kami bisa bernafas lega, Karena itu, bagi siapa saja yang menemui warga tidak mampu dimanapun berada, laporkan kepada kami, kami akan bantu secepatnya,” kata Samsudin.
>
> Sementara itu, Sekkab Slamet Kariyono, menambahkan, bagi PNS yang belum menzakatkan penghasilannya bisa melalui Baznas. Karena, zakat selain hukumnya wajib juga bisa membantu sesama yang tidak mampu. Terkait UGD kemiskinan diminta SKPD ikut pro aktif mendata dan mencari warga miskin untuk bersama-sama dituntaskan. (Humas)
>