BEC 2014 Dihelat, Sejumlah Ruas Jalan Ditutup
Kamis, 20 November 2014
Aparat Gabungan Juga Siap Amankan Pelaksanaan BEC
BANYUWANGI – Ajang promosi budaya Banyuwangi bertajuk Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2014 makin dekat pelaksanaannya. Dihelat Sabtu mendatang (22/11), persiapan pengamanan terkait penutupan beberapa ruas jalan dan berapa jumlah aparat gabungan yang diturunkan pun sudah dipersiapkan.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Yanuar Bramuda mengatakan, selama pelaksanaan BEC yang bertema ‘The Mystic of Seblang’ ini ada 13 jalan yang akan ditutup. “Ada 13 jalan yang akan ditutup agar pelaksanaan BEC bisa berjalan lancar,”tuturnya. Jalan-jalan tersebut antara lain Jl. RA Kartini, Jl. Veteran, Jl. Banterang (depan PLN), Jl. DR Sutomo, perempatan Lateng ke selatan, dan Jl. Letkol Istiqlah. Juga Jl. Jaksa Agung Suprapto, Jl. Wahid Hasyim, Simpang 4 Satelit, Jl. Borobudur, Simpang 3 DPRD, Patroli Jalan Raya (PJR) ke utara, serta traffic light Kertosari ke arah barat. Bramuda menyarankan agar warga masyarakat Banyuwangi menghindari ruas jalan yang ditutup tersebut untuk menghindari kemacetan, dan mencari alternatif jalan lain.
Dalam gelaran BEC nanti, kata Bramuda, BEC akan mulai pukul 12.00 WIB dari Gesibu - Taman Blambangan. Seluruh peserta akan beratraksi di atas panggung seluas 32 x 16 meter dengan tinggi 6 meter dan cat walk sepanjang 85 meter. Selanjutnya, mereka berjalan mengelilingi kota sejauh tiga kilometer. Start Jalan Veteran – Jl. Satsuit Tubun – Masjid Agung Baiturrahman – Jl. PB Soedirman – Jl. A Yani dan finish di depan kantor pemkab.
Untuk mengamankan rute sejauh itu, jelas Bramuda, aparat keamanan gabungan dengan persiapan matang akan disiagakan. “Untuk pengamanan BEC, kami akan menerjunkan 770 personel gabungan. Mereka terdiri atas 535 personel dari kepolisian, 30 personel dari TNI AD, 15 personel TNI AL, 10 personel dari Denpom, 60 personel dari Dinas Perhubungan, 90 personel dari Satpol PP dan 30 personel dari Senkom yang akan ditempatkan di beberapa titik pengamanan,”pungkasnya. (Humas & Protokol)